- Pertunjukan wayang kulit "Sang Rahvana" digelar di Pendopo KSB pada Jumat (12/12/2025) oleh Ki Sujiwo Tejo dan Ki Sindhunata.
- Lakon ini menyajikan interpretasi mendalam tentang sosok Rahwana yang berjuang demi kemakmuran Alengka Diraja.
- Acara ini mendukung visi wisata berkelanjutan TWB, menampilkan infrastruktur ramah lingkungan di Kampung Seni Borobudur.
SuaraJawaTengah.id - Langit jingga di kawasan Candi Borobudur menjadi saksi bisu saat kisah Sang Dasamuka dibentangkan dalam sebuah pertunjukan megah.
Acara bertajuk Borobudur Mawayang dengan lakon "Sang Rahvana" sukses memukau ratusan penonton di Pendopo Kampung Seni Borobudur (KSB) pada Jumat (12/12/2025) sore.
Pagelaran ini bukan sekadar pertunjukan wayang kulit biasa. Di tangan dua maestro, budayawan Ki Sujiwo Tejo dan Ki Sindhunata G.W., kisah Rahwana disajikan dengan interpretasi yang lebih dalam dan ambigu, jauh dari citra antagonis murni yang selama ini melekat.
Lakon ini menyoroti sisi lain Rahwana, seorang raja yang tindakannya didasari oleh cinta pada tanah airnya, Alengka Diraja. Sebuah narasi yang mengajak penonton untuk merenung, seperti tertuang dalam pengantar lakon oleh Sindhunata Gesit.
"Rahwana adalah raja dari negara Alengka Diraja. Dia rela melakukan apa saja demi Alengka di dada, baik-buruk ia terjang untuk kemakmuran negri tercintanya. Semua saudara dan anak-anaknya telah gugur di medan perang Brontoyudo Palwogo-Kolo, peperangan antara bangsa kera dan raksasa. Bisa kah Rahwana mengalahkan Sri Rama Wijaya dan menikahi Sinta pujaan hatinya? Mari kita saksikan," demikian penggalan sinopsisnya.
Kolaborasi dalang lintas generasi ini menjadi daya tarik utama. Ki Sujiwo Tejo dan Ki Sindhunata menghidupkan setiap adegan dengan pendekatan artistik yang modern, dirancang untuk memberikan pengalaman pewayangan dalam format panggung yang lebih luas dan imersif.
"Lakon Rahvana dirancang sebagai pertunjukan pada Jumat sore yang diposisikan sebagai momentum budaya di kawasan Borobudur," ungkap Ki Sujiwo Tejo.
Visi Hijau di Balik Panggung Budaya
Pagelaran Borobudur Mawayang ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kampung Seni Borobudur.
Baca Juga: Dari Borobudur hingga Mandalika: Gugat 'Ilusi' Wisata Bali Baru
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWB) selaku pengelola menegaskan acara ini selaras dengan visi pengembangan destinasi wisata berkonsep hijau dan berkelanjutan.
Direktur PT Taman Wisata Borobudur, Mardijono Nugroho, menjelaskan bahwa KSB dibangun sebagai katalisator progresif untuk pariwisata ramah lingkungan.
“Kampung Seni Borobudur tidak hanya estetik, tetapi juga futuristik. Infrastruktur tanpa kabel udara atau underground cabling menghadirkan lanskap yang bersih dan rapi. Penambahan panel surya serta penanaman pohon hari ini semakin memperkuat ekosistem hijau Borobudur,” jelas Mardijono.
Lebih lanjut, ia menyebut kolaborasi dengan Teater Lingkar Semarang dalam pagelaran wayang ini merupakan upaya untuk merevitalisasi narasi luhur pewayangan.
Harapannya, wayang bisa kembali menjadi media refleksi sekaligus hiburan yang edukatif bagi masyarakat luas, terutama generasi muda.
“Kami bekerja sama dengan Teater Lingkar Semarang menghadirkan dalang lintas generasi. Pagelaran ini diharapkan menghidupkan kembali narasi luhur pewayangan sebagai media refleksi dan hiburan edukatif bagi masyarakat,” pungkas Mardijono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Ekonomi Syariah Masuk Hingga Level Desa
-
BRILink Agen Bisa Panen Emas dan Dapat Reward dari BRI, Cek Caranya
-
Jateng Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi Nasional
-
BRI Semarang A. Yani Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Demi Jaga Layanan Nasabah
-
BRI Permudah Investasi Emas, Fitur Toggle BRImo Mulai dari Rp10.000