- BOB menjadikan mitigasi bencana utama dalam pengembangan pariwisata Borobudur sejak tahap perencanaan lingkungan.
- Mitigasi mencakup larangan pengeboran air dan pembatasan penebangan untuk menjaga kestabilan kontur tanah.
- Upaya lain meliputi penataan infrastruktur jalan dan edukasi kesadaran risiko bencana kepada masyarakat luas.
SuaraJawaTengah.id - Badan Otorita Borobudur (BOB) menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana telah menjadi perhatian utama dalam pengembangan kawasan pariwisata Borobudur.
Langkah antisipasi dilakukan sejak tahap perencanaan untuk menekan risiko lingkungan, khususnya longsor dan gangguan alam lainnya.
Hal ini sekaligus mengantisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Utama BOB Agustin Peranginangin mengatakan, mitigasi bencana dimulai dari penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Dokumen tersebut menjadi dasar penentuan aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kawasan Borobudur.
"Dalam pengembangan itu, dulu kita susun dokumen analisa mengenai dampak lingkungan," kata Agustin ditemui awak media, dalam jumpa pers akhir tahun, Rabu (17/12/2025).
Ditegaskan Agustin, salah satu arahan penting dalam amdal adalah larangan pengeboran air di kawasan tersebut. Kebijakan itu diambil untuk menghindari risiko lingkungan yang berpotensi memicu bencana.
Selain itu, BOB turut membatasi penebangan pohon secara masif dan menyesuaikan pembangunan dengan kontur alam. Menurut Agustin, pendekatan ini penting untuk menjaga kestabilan tanah di kawasan berbukit.
"Contoh, yang tidak boleh dilakukan, mengebor air dalam kawasan itu tidak dilakukan karena menghindari risiko-risiko yang bisa terjadi," tegasnya.
"Kita mengurangi, menghindari penebangan lahan. Pembangunan disesuaikan dengan kontur yang ada," imbuhnya.
Baca Juga: 10 Teori Kontroversial Candi Borobudur sebagai Peninggalan Nabi Sulaiman
Pihaknya mengakui, pada masa awal pembangunan masih ditemukan kondisi lingkungan yang belum ideal. Vegetasi penahan tanah, seperti rumput, belum tumbuh sempurna sehingga potensi batu jatuh saat hujan deras masih bisa terjadi.
Di sisi infrastruktur, kata Agustin penataan jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sejak 2024 menjadi bagian dari upaya mitigasi.
Pelebaran jalan dinilai mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan rawan.
"Pelebaran jalan bukan hanya meningkatkan kapasitas, tapi juga keselamatan," tandasnya.
BOB turut mendorong kolaborasi masyarakat lintas wilayah dalam kesiapsiagaan bencana. Kawasan Borobudur yang melibatkan desa lintas kabupaten dinilai membutuhkan koordinasi kuat dalam penanganan kondisi darurat.
Selain upaya teknis, BOB bersama pemerintah daerah juga aktif mengampanyekan kesadaran risiko bencana kepada publik. Edukasi ini diharapkan mampu mencegah kejadian yang tidak diinginkan dan menjaga keberlanjutan pariwisata Yogyakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Duh! 681 Kendaraan KDKMP Temanggung Sudah Tiba, Koperasi Belum Beroperasi