- Nenek Wakijem (84) dilaporkan hilang sejak Sabtu (3/1/2026) pagi dan ditemukan selamat oleh tim SAR di hutan Kalialang.
- Laporan resmi diterima Basarnas Semarang pada Minggu siang, dan ini merupakan keenam kalinya nenek tersebut menghilang.
- Nenek ditemukan selamat pada Senin siang, namun mengalami hipotermia ringan setelah tiga hari tersesat di hutan terjal.
SuaraJawaTengah.id - Tim SAR Gabungan bersama Basarnas Semarang berhasil menemukan Wakijem (84), seorang nenek warga Kalialang Baru RT 11/07, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Nenek Wakijem ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat menghilang selama tiga hari di sekitar kawasan hutan Kalialang.
Berikut fakta-fakta penting di balik peristiwa hilangnya hingga ditemukannya kembali nenek Wakijem sebagaimana dikutip dari Instagram @kantorsar_semarang. .
1. Nenek Wakijem Pergi dari Rumah Sejak Sabtu Pagi
Nenek Wakijem diketahui meninggalkan rumah tanpa pamit pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga, lokasi yang diduga menjadi area hilangnya sang nenek berada di sekitar hutan Kalialang, yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.
Kebiasaan keluar rumah tanpa pamit sebenarnya bukan hal baru bagi Wakijem. Namun, biasanya sang nenek selalu kembali ke rumah keesokan harinya.
2. Laporan Hilang Baru Masuk ke Basarnas pada Minggu Siang
Karena hingga Minggu, 4 Januari 2026, nenek Wakijem belum juga kembali ke rumah, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Laporan resmi diterima Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang pada pukul 14.50 WIB.
“Menjelang sore kami menerima laporan adanya seorang nenek yang hilang di Desa Sukorejo dan langsung kami berangkatkan satu tim untuk melakukan operasi SAR,” ujar Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono.
Baca Juga: Semarang Diguyur Hujan Ringan: Waspada Potensi Banjir Rob dan Dampak Ekonomi
3. Sudah Enam Kali Wakijem Dilaporkan Hilang
Budiono menjelaskan bahwa ini bukan kali pertama nenek Wakijem menghilang dari rumah. Bahkan, kejadian kali ini tercatat sebagai yang keenam.
“Sudah lima kali dan ini kali ke enam nenek Wakijem hilang. Biasanya hanya satu malam dan sudah kembali ke rumah. Namun kali ini hingga menjelang sore belum juga pulang,” kata Budiono.
Karena upaya pencarian mandiri oleh keluarga tidak membuahkan hasil, keluarga kemudian melapor ke kepolisian dan meminta bantuan Basarnas serta tim SAR gabungan.
4. Medan Hutan Terjal Jadi Kendala Pencarian
Operasi pencarian langsung digelar pada Minggu sore oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan. Namun hingga matahari terbenam, keberadaan nenek Wakijem belum berhasil diketahui.
Medan hutan Kalialang yang cukup terjal, tidak adanya saksi yang melihat terakhir kali nenek Wakijem pergi, serta cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Kondisi ini memaksa tim SAR untuk menghentikan sementara pencarian dan melanjutkannya keesokan hari.
5. Ditemukan Selamat di Hari Kedua Pencarian
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi SAR. Pada Senin siang, sekitar pukul 13.46 WIB, nenek Wakijem berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Saat ditemukan, nenek Wakijem tampak kelelahan, lemas, dan kelaparan setelah diduga tidak makan selama tiga hari. Ia juga diketahui harus menggunakan tongkat untuk berjalan dan memiliki riwayat pikun.
Diduga, sang nenek kehilangan arah saat berjalan dan keluar dari jalur pulang, hingga akhirnya tersesat di dalam hutan.
6. Alami Hipotermia Ringan Usai Kehujanan
Meski ditemukan dalam keadaan selamat, nenek Wakijem mengalami hipotermia ringan akibat kehujanan saat berada di hutan. Tim SAR langsung memberikan minuman dan pertolongan pertama di lokasi penemuan.
“Alhamdulillah tim gabungan berhasil menemukan sang nenek dalam kondisi selamat, namun beliau terserang hipotermia ringan setelah kehujanan di hutan tadi malam,” ungkap Budiono.
Setelah itu, nenek Wakijem langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa hilangnya nenek Wakijem menjadi pengingat bahwa lansia, terutama yang memiliki riwayat pikun, sangat rentan tersesat saat berada di luar rumah tanpa pendamping. Meski berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan keluarga dan lingkungan sekitar untuk mencegah risiko serupa terulang kembali.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kritikan Pakar ke KPK: Konstruksi Hukum Kasus Kuota Haji Dianggap Aneh, Ini Alasannya
-
Polresta Banyumas Bongkar Praktik Prostitusi di Bulan Ramadan, Diduga Libatkan Anak
-
Dijamu Barito Putera, Kendal Tornado FC Bawa Misi Tiga Poin dan Asa ke Liga 1
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Waktu Buka Puasa Tiba! Cek Jadwal Azan Magrib Semarang Hari Ini 21 Februari 2026