- Nenek Wakijem (84) dilaporkan hilang sejak Sabtu (3/1/2026) pagi dan ditemukan selamat oleh tim SAR di hutan Kalialang.
- Laporan resmi diterima Basarnas Semarang pada Minggu siang, dan ini merupakan keenam kalinya nenek tersebut menghilang.
- Nenek ditemukan selamat pada Senin siang, namun mengalami hipotermia ringan setelah tiga hari tersesat di hutan terjal.
Medan hutan Kalialang yang cukup terjal, tidak adanya saksi yang melihat terakhir kali nenek Wakijem pergi, serta cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Kondisi ini memaksa tim SAR untuk menghentikan sementara pencarian dan melanjutkannya keesokan hari.
5. Ditemukan Selamat di Hari Kedua Pencarian
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi SAR. Pada Senin siang, sekitar pukul 13.46 WIB, nenek Wakijem berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Saat ditemukan, nenek Wakijem tampak kelelahan, lemas, dan kelaparan setelah diduga tidak makan selama tiga hari. Ia juga diketahui harus menggunakan tongkat untuk berjalan dan memiliki riwayat pikun.
Diduga, sang nenek kehilangan arah saat berjalan dan keluar dari jalur pulang, hingga akhirnya tersesat di dalam hutan.
6. Alami Hipotermia Ringan Usai Kehujanan
Meski ditemukan dalam keadaan selamat, nenek Wakijem mengalami hipotermia ringan akibat kehujanan saat berada di hutan. Tim SAR langsung memberikan minuman dan pertolongan pertama di lokasi penemuan.
“Alhamdulillah tim gabungan berhasil menemukan sang nenek dalam kondisi selamat, namun beliau terserang hipotermia ringan setelah kehujanan di hutan tadi malam,” ungkap Budiono.
Baca Juga: Semarang Diguyur Hujan Ringan: Waspada Potensi Banjir Rob dan Dampak Ekonomi
Setelah itu, nenek Wakijem langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa hilangnya nenek Wakijem menjadi pengingat bahwa lansia, terutama yang memiliki riwayat pikun, sangat rentan tersesat saat berada di luar rumah tanpa pendamping. Meski berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan keluarga dan lingkungan sekitar untuk mencegah risiko serupa terulang kembali.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan