- Konsumsi Dex Series di Jawa Tengah dan DIY melonjak 35,6% selama Nataru 2025/2026, jauh melebihi proyeksi awal dua puluh persen lebih.
- Kenaikan konsumsi Pertamax Series sebesar 10,1% mengindikasikan peningkatan kesadaran masyarakat akan BBM berkualitas untuk perjalanan jauh.
- Pertamina Patra Niaga menyiapkan 18 Modular Kiosk dan mengoptimalkan transaksi non-tunai untuk menjaga kelancaran pasokan BBM selama liburan.
SuaraJawaTengah.id - Momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 telah usai, namun meninggalkan catatan menarik terkait perilaku konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah mencatat adanya lonjakan signifikan pada konsumsi BBM berkualitas tinggi, khususnya Dex Series, yang melampaui proyeksi awal.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih BBM, terutama saat melakukan perjalanan jauh.
Selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, konsumsi Dex Series melonjak hingga 35,6% dibandingkan konsumsi normal harian.
Angka ini jauh melampaui proyeksi awal yang hanya sebesar 20,6%, dengan rata-rata konsumsi normal harian tercatat 240 kilo liter per hari.
Sementara itu, Pertamax Series juga mengalami kenaikan sebesar 10,1% dari rata-rata harian 3,3 ribu kilo liter per hari. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya BBM berkualitas untuk menjaga performa kendaraan semakin meningkat, terutama saat menghadapi tantangan perjalanan jarak jauh selama liburan.
Secara keseluruhan, konsumsi Gasoline (bensin) mengalami kenaikan 4,2% menjadi 13.624 kilo liter dibandingkan periode Nataru 2024/2025.
Namun, untuk Gasoil (solar), terjadi penurunan 6,9% menjadi 7.298 kilo liter. Data ini menunjukkan adanya pergeseran penggunaan kendaraan, di mana kendaraan berbahan bakar bensin lebih mendominasi perjalanan liburan dibandingkan kendaraan diesel.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengungkapkan bahwa puncak kenaikan konsumsi Pertamax Series dan Dex Series terjadi pada momen-momen krusial liburan.
Baca Juga: Diskon Avtur Pertamina: Angin Segar untuk Libur Nataru, Harga Tiket Pesawat Lebih Ramah di Kantong
"Kenaikan konsumsi tertinggi Pertamax Series dan Dex Series terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025, yang bertepatan dengan puncak arus pertama mencapai 25,6% untuk Pertamax Series dan 28,4% untuk Dex Series. Lonjakan konsumsi hingga kembali terjadi pada 30 Desember 2025 dengan kenaikan mencapai 28,5% untuk Pertamax Series dan 8,7% untuk Dex Series. Selain itu, puncak arus balik tercatat pada 3 Januari 2026 dengan kenaikan konsumsi mencapai 28% untuk Pertamax Series dan 62,6% untuk Dex Series," jelas Taufiq.
Taufiq juga menambahkan bahwa kesiapan Pertamina dalam menghadapi lonjakan ini cukup optimal. Meskipun di beberapa wilayah lain rest area sempat mengalami kepadatan, kondisi SPBU di Jawa Bagian Tengah relatif terkendali.
"Kami menyiagakan 18 unit Modular Kiosk atau dispenser portable yang ditempatkan baik di SPBU maupun rest area yang belum memiliki SPBU. Upaya ini efektif dalam memecah antrean, ditambah dengan optimalisasi transaksi non-tunai yang turut memperlancar pelayanan," terangnya.
Menjelang berakhirnya periode arus balik, Pertamina Patra Niaga tetap meningkatkan kewaspadaan.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas di masing-masing Polda, sejumlah titik rawan telah kami petakan dan antisipasi. Untuk menjamin kelancaran pasokan, stok BBM dan LPG juga telah kami tingkatkan," tambah Taufiq.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengisi BBM hingga penuh sejak titik awal perjalanan dan memanfaatkan metode pembayaran non-tunai untuk mempercepat layanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Hutan Rapat dan Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet
-
BRI Dorong Atlet SEA Games 2025 Jadi Juara di Arena dan Finansial
-
Indosat Ungkap Lonjakan Trafik Data di Jawa Tengah dan DIY, AI Jadi Kunci Keandalan Jaringan
-
7 Mobil Keluarga Irit BBM Tahun Muda Di Bawah 100 Juta, Layak Dibeli Tahun Ini!
-
Viral! Aspal Jalan Baru di Purbalingga Bisa Digaruk Tangan, Ini Penjelasan Lengkapnya!