- Pencarian Syafiq Ali (18 tahun) di Gunung Slamet terhambat vegetasi lebat dan informasi kronologis minim.
- Operasi SAR resmi dihentikan pada Rabu, 7 Januari 2026, karena cuaca buruk dan risiko keselamatan tim.
- Rekan pendaki, Himawan, disebut saksi kunci, namun keterangannya masih belum fokus akibat diduga trauma.
“Itu jalur berbahaya. Treknya panjang, vegetasinya tebal. Fauna juga masih aktif. Dulu kasus (mahasiswa hilang) UGM juga lewat sana. Butuh tiga hari tiga malam (pendakian). Orang yang tidak siap bisa habis di situ.”
Ali yang semula hanya berniat melakukan pendakian naik-turun (tektok) tanpa menginap, diduga tersesat tanpa logistik yang cukup. Dia juga dianggap minim pengalaman untuk mendaki gunung tertinggi kedua di Jawa itu. “Beda kalau dari awal memang memilih jalur itu (Baturaden). Ini kan tersesat.”
Setelah operasi SAR resmi dinyatakan selesai, pencarian kini dilanjutkan secara mandiri oleh keluarga dibantu relawan dan jaringan pendaki. Keputusan melanjutkan pencarian sepenuhnya berada di tangan keluarga dan instansi terkait.
Belum ada kepastian apakah tim SAR akan membuka kembali operasi pencarian terbatas. “Saya orang lapangan. Sepanjang masih ada informasi valid, terutama dari Himawan, pencarian masih mungkin difokuskan,” kata Sugeng.
Sugeng Karyono sendiri saat ini terbaring sakit di RSUD Tidar Kota Magelang. Mobil milik PMI Kota Magelang yang ditumpangi rombongan relawan mengalami kecelakaan di Desa Serayu, Purbalingga, Kamis (8/1).
Sebelumnya, dua pendaki pelajar SMA asal Magelang, Himawan dan Syafiq Ali, melakukan pendakian di Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Pemalang, 27 Desember 2025 malam.
Dari data registrasi, keduanya seharusnya telah turun dan kembali ke basecamp Dipajaya pada Minggu sore, 28 Desembar 2025. Namun, hingga malam keduanya tidak berkabar.
Relawan setempat kemudian melakukan pencarian. Pada pagi hari, relawan menemukan Himawan di luar jalur pendakian sekitar pos 9.
Himawan mengaku berpisah dengan Syafiq Ali di sekitar pos 9. Syafiq Ali memutuskan untuk turun gunung mencari bantuan untu
Baca Juga: Ini Kronologi Hilangnya Siswi SMKN 3 Semarang Saat Mendaki Gunung Slamet
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Bupati Klaten Diduga Terjaring OTT KPK, Gubernur Ahmad Luthfi: Saya Prihatin!
-
BMKG: Prakirakan Cuaca Jawa Tengah Cerah Berawan, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
Botok AMPB Dilaporkan Hakim PN Pati ke Polda Jateng
-
Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas
-
BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Terus Perkuat Layanan Nasabah: Termasuk Lewat BRImo & Sabrina