Budi Arista Romadhoni
Senin, 12 Januari 2026 | 07:10 WIB
Ilustrasi banjir di Pati. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Banjir bandang terjadi di Kabupaten Pati akibat hujan deras, menyebabkan luapan sungai membawa material yang menyumbat jembatan.
  • Dampak signifikan mencakup putusnya jembatan penghubung di Kecamatan Gembong dan kerusakan parah rumah warga di Margoyoso.
  • BPBD mencatat 48 desa di 12 kecamatan terdampak, dengan status Siaga 2 ditetapkan karena debit air Kali Juana belum surut.

SuaraJawaTengah.id - Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Muria sejak Jumat malam.

Luapan sungai yang membawa material kayu, lumpur, dan sampah rumah tangga menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai kecamatan.

Sebagaimana dikutip dari YouTube dan sumber lainnya Berikut rangkuman dampak banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Pati.

1. Sungai Meluap, Material Kayu Menyumbat Jembatan

Banjir bandang terjadi di Kecamatan Wedari Jaksa, Kabupaten Pati, akibat derasnya aliran sungai yang membawa tumpukan kayu besar dan sampah rumah tangga. Material tersebut tersangkut di bawah jembatan, menghambat aliran air dan menyebabkan sungai meluap hingga ke badan jalan.

Warga terlihat berusaha menghalau tumpukan kayu agar tidak semakin menyumbat aliran sungai. Kepanikan pun terjadi ketika kayu berukuran besar tidak dapat melewati jembatan, sehingga debit air meningkat dengan cepat. Hingga pagi hari, aliran sungai masih dipenuhi material kayu dan lumpur yang terbawa dari hulu.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, alat berat diturunkan ke lokasi guna mengevakuasi tumpukan sampah dan kayu. Pemandangan ini menjadi perhatian warga sekitar yang berkumpul menyaksikan proses pembersihan sungai.

Kondisi arus lalu lintas di Jalan Pantura Kudus-Pati, Jawa Tengah, tergenang banjir, Minggu (11/1/2026). [ANTARA/HO-Humas Polres Kudus]

2. Status Siaga 2, Warga Diminta Tetap Waspada

Hingga hari Minggu, luapan air di Kali Juana masih tinggi dan ditetapkan dalam status siaga 2. Air sungai yang keruh bercampur lumpur terus mengalir deras, menandakan debit air belum sepenuhnya surut.

Baca Juga: Jelajah Rasa! Ini Daftar Kota di Jawa Tengah yang Jadi Surganya Pecinta Kuliner

Warga yang bermukim di bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Potensi air meluap ke jalan dan permukiman masih terbuka, mengingat kondisi sungai belum sepenuhnya stabil.

3. Jembatan Penghubung Antar Desa Putus

Dampak banjir bandang juga dirasakan di Kecamatan Gembong. Jembatan penghubung antara Desa Klakah Kasihan dan Desa Bageng putus akibat derasnya luapan banjir. Jembatan yang menjadi akses utama warga tersebut kini hanya menyisakan puing.

Jembatan sepanjang sekitar tujuh meter itu tidak dapat lagi dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Akibatnya, warga harus memutar jauh hingga berkilo-kilometer untuk mencapai desa tujuan. Kondisi ini menghambat mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar.

Selain jembatan yang putus, longsor juga terjadi di tebing sungai di sekitar lokasi. Material longsoran terlihat tersapu arus banjir, memperparah kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

4. Banjir Bandang Rusak Permukiman di Margoyoso

Load More