- Kerusuhan dipicu anjloknya mata uang rial Iran dan inflasi tinggi sejak 28 Desember, meluas di 186 kota.
- Pemerintah Iran menanggapi demonstrasi dengan tindakan keras menggunakan senjata, mengakibatkan ratusan korban tewas dan ribuan ditahan.
- Kondisi diperparah sanksi nuklir, sementara muncul ancaman intervensi militer dari Amerika Serikat terhadap Iran.
Pihak berwenang Iran menanggapi protes dengan tindakan keras. Berbagai senjata, mulai dari meriam air hingga peluru tajam, dilaporkan telah digunakan terhadap para demonstran, menyebabkan dampak yang mematikan.
Petugas medis menggambarkan rumah sakit "kewalahan" dengan korban tewas dan luka-luka. Pimpinan mahkamah tertinggi Iran bahkan bersumpah akan menjatuhkan hukuman "cepat dan keras" kepada "para perusuh".
Human Rights Activist News Agency (HRANA) melaporkan hampir 500 demonstran dan 48 aparat keamanan tewas sejak protes dimulai.
Di antara korban tewas adalah Amir Mohammad Koohkan, seorang pelatih sepak bola berusia 26 tahun, dan Aminian, seorang mahasiswa Kurdi berusia 23 tahun.
Video pemakaman di Teheran menunjukkan para pelayat meneriakkan "Matilah Khamenei"—Pemimpin Tertinggi Iran.
5. Pemadaman Internet dan Tantangan Informasi
Untuk mengendalikan informasi dan membatasi koordinasi antar demonstran, pemadaman internet diberlakukan di seluruh Iran.
Hal ini membuat sulit bagi dunia luar untuk mendapatkan informasi akurat tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Meskipun jaringan satelit Starlink milik Elon Musk dipromosikan sebagai alternatif, pengguna diperingatkan bahwa koneksi tersebut dapat dilacak oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!
"Pemadaman internet juga diberlakukan di negara itu, yang menurut para ahli dimulai pada Kamis."
6. Klaim Pemerintah dan Propaganda
Pada Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengklaim pasukan keamanan telah mengendalikan sepenuhnya protes anti-pemerintah.
Televisi pemerintah juga melaporkan adanya demonstrasi pro-pemerintah untuk menunjukkan solidaritas melawan "aksi teroris".
Pemerintah Iran bahkan mengumumkan tiga hari berkabung untuk "martir" yang tewas dalam "pertempuran nasional melawan AS dan Israel"—dua negara yang dituduh Teheran memicu kerusuhan.
7. Iran di Bawah Ayatollah Ali Khamenei
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun