- MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 2 2025-2026 diadakan 13-18 Januari 2026 melibatkan 1.239 peserta dari 65 sekolah.
- Kompetisi ini merupakan pembuka pembinaan sepak bola putri usia dini yang akan menjangkau 10 kota besar di Indonesia.
- MLSC 2025-2026 menerapkan pembaruan regulasi PSSI dan menyertakan *Skill Challenge* untuk pengembangan pemain.
SuaraJawaTengah.id - Awal tahun 2026 menjadi panggung bagi ribuan bibit pesepakbola putri Indonesia untuk unjuk kebolehan. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 2 2025-2026 resmi bergulir pada 13 hingga 18 Januari 2026, menandai dimulainya rangkaian kompetisi nasional yang masif dan terstruktur.
Bertempat di Lapangan Sidodadi dan Lapangan Arhanud, Jatingaleh, Semarang, turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menjadi bukti nyata komitmen serius terhadap pembinaan olahraga usia dini, khususnya bagi perempuan.
Sebanyak 1.239 peserta dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Semarang dan sekitarnya tumpah ruah di lapangan hijau. Mereka terbagi dalam 55 tim Kategori Usia (KU) 10 dan 64 tim KU 12, bersaing sportif untuk menjadi yang terbaik.
Antusiasme ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem sepak bola nasional, menunjukkan bahwa minat dan potensi di level akar rumput sangat besar dan perlu wadah yang tepat.
Asisten Head Coach MilkLife Soccer Challenge Semarang, Andri Ramawi Putra, memberikan pandangannya terhadap kualitas para peserta. Ia menilai ada peningkatan signifikan dan fondasi yang kuat untuk pengembangan jangka panjang.
“Peserta MLSC Semarang tahun ini menunjukkan kualitas yang luar biasa dengan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pertandingan yang digelar sejak 13 Januari 2026," kata kata Andri Ramawi Putra di Semarang pada Sabtu (17/1/2026).
Menurutnya, rangkaian MLSC di Kota Semarang ini menjadi langkah awal sekaligus pembuka dalam pembinaan sepak bola putri usia dini.
"Hingga hari ini, saya menilai para peserta telah menampilkan kemampuan yang cukup baik. Teknik dribbling, passing, dan shooting memang masih berada pada tahap dasar , namun hal tersebut menjadi fondasi yang kuat dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di masa mendatang,” kata Andri.
Ia menjelaskan skala penyelenggaraan tahun ini diperluas secara ambisius. MLSC 2025–2026 akan menyambangi 10 kota dengan basis sepak bola kuat, yaitu Semarang, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Bekasi, Kudus, Surabaya, dan Malang.
Baca Juga: Revolusi Anti-Rob: Jateng Gunakan Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Operasional hingga Jutaan Rupiah
Setiap kota akan menjadi tuan rumah untuk dua seri kompetisi, sebuah strategi berkelanjutan untuk memastikan penjaringan talenta berjalan efektif dan merata.
Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, MLSC Seri 2 2025–2026 memperkenalkan beberapa pembaruan regulasi yang disesuaikan dengan standar pengembangan usia dini PSSI.
Di antaranya adalah perubahan dimensi lapangan KU 12 menjadi 26 x 42 meter, penetapan titik penalti menjadi 6 meter, serta aturan kick off yang harus dimulai dengan dua sentuhan.
Inovasi ini dirancang untuk mengoptimalkan perkembangan teknis dan taktis para pemain muda.
Kompetisi utama dengan format 7 vs 7 bukan satu-satunya agenda. MLSC juga menghadirkan Skill Challenge yang wajib diikuti seluruh tim.
Ini adalah elemen krusial yang menguji kemampuan fundamental individu melalui lima tantangan: 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan