- Sebanyak 23 perjalanan KA di Daop 4 Semarang dibatalkan akibat banjir parah merendam jalur rel Pantura Jateng.
- PT KAI membatalkan perjalanan demi keselamatan penumpang meski genangan air di jalur mulai surut perlahan.
- Penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan tersebut akan mendapatkan pengembalian 100 persen penuh biaya tiket.
SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 23 perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang terpaksa dibatalkan pada Senin ini.
Pembatalan massal ini merupakan dampak langsung dari banjir parah yang masih merendam jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi di wilayah Pantura Jawa Tengah.
Meskipun genangan air dilaporkan mulai surut, PT KAI tetap mengutamakan keselamatan penumpang, menyebabkan lumpuhnya sebagian besar konektivitas kereta api di jalur vital ini.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa kondisi genangan banjir memang sudah berada di bawah kepala rel.
"Namun, perjalanan sejumlah KA menyusul pertimbangan keselamatan," ujarnya dikutip dari ANTARA pada Senin (19/1/2025).
Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan mengingat kondisi prasarana yang belum sepenuhnya normal.
Akibatnya, ribuan calon penumpang harus menunda atau membatalkan perjalanan mereka, menimbulkan kerugian waktu dan materi yang tidak sedikit.
Daftar kereta api yang perjalanannya dibatalkan cukup panjang, mencakup rute-rute populer yang menghubungkan berbagai kota besar di Jawa.
Di antaranya adalah KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Merbabu, KA Ciremai, KA Menoreh, KA Kamandaka, KA Tegal Bahari, KA Kaligung, KA Argo Muria, KA Sembrani, KA Ambarawa Ekspres, serta KA Tawangjaya. Pembatalan ini tentu saja sangat berdampak pada mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki agenda penting di kota-kota tujuan.
Baca Juga: Semarang Siaga Penuh! 220 Pompa Air dan Infrastruktur Permanen Jadi Kunci Hadapi Banjir 2026
Luqman Arif menambahkan bahwa PT KAI terus berupaya keras melakukan percepatan normalisasi jalur.
"PT KAI mohon maaf atas terganggunya rencana perjalanan para calon penumpang," katanya.
Ini menjadi sedikit angin segar bagi para penumpang yang terdampak, meskipun tidak dapat menggantikan waktu perjalanan yang hilang.
Meskipun jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi sudah bisa dilewati dengan kecepatan terbatas 10 km per jam, kondisi ini belum memungkinkan operasional normal.
"Meski jalur telah dapat dilalui secara terbatas, sejumlah perjalanan KA masih harus menyesuaikan pola operasinya sampai kondisi prasarana dinyatakan aman," tutur Luqman.
Ini mengindikasikan bahwa proses pemulihan akan memakan waktu dan penumpang diharapkan bersabar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
Terkini
-
Jalur Kereta Pantura Lumpuh, KAI Batalkan 23 Perjalanan KA di Semarang Akibat Banjir Pekalongan
-
Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini
-
7 Mobil Bekas Cocok untuk Keluarga Harga Rp120 Jutaan, Nyaman dan Irit Bensin!
-
Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami
-
Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Meriahkan Fun Run HUT PPSDM Migas Cepu ke-60