- Seorang ayah berinisial MA (48) di Magelang ditahan karena diduga berulang kali memperkosa anak kandungnya NA (17) sejak Desember 2022.
- Tersangka memanfaatkan kekuasaan dan ancaman psikologis, termasuk berpura-pura kerasukan, untuk melakukan kekerasan seksual di rumah.
- Polisi menduga ada korban kekerasan seksual lain, dan pelaku dijerat pasal berlapis UU TPKS serta UU Perlindungan Anak.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan indikasi NA bukan korban perkosaan satu-satunya. MA diduga pernah melakukan kekerasan seksual kepada dua anak perempuan lainnya.
Salah seorang kakak NA pernah menjadi korban kekerasan sebelum menikah. Kasus ini terungkap, juga atas laporan salah satu anak tersangka yang pernah diperkosa.
Bertahun-tahun kasus ini terjadi, tidak ada warga sekitar yang mengetahui. Posisi rumah tersangka berada di ujung kampung yang jauh dari aktivitas tetangga. “Ibu korban juga baru mengetahui setelah perkara ini terungkap,” ujar AKP Iwan Kristiana.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa pakaian dan perlengkapan rumah tangga yang diduga terkait dengan kejadian.
Dijerat Pasal Berlapis
MA kini ditahan dan dijerat hukum berlapis, Pasal 6 huruf c Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Tindak pidana kekerasan seksual untuk ancaman pidananya paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak Rp 300 juta. Perlindungan Anak ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun, paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.”
Kasus ini membongkar kenyataan pahit bahwa kekerasan—justru—terjadi di tempat yang seharusnya paling aman bagi seorang anak: Rumah.
Lebih miris lagi, pelakunya adalah orang yang semestinya menjadi pelindung utama bagi anak.
Baca Juga: Misteri Gubuk Sawah Magelang: 2 Orang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara