- Operasi pencarian nelayan hilang di perairan Banyutowo, Pati, Jawa Tengah, telah memasuki hari kelima tanpa hasil.
- Satu dari dua korban kecelakaan pada 21 Januari ditemukan meninggal dunia, sementara Winarto (42) masih dicari.
- Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga perairan Juwana dan Margoyoso mengikuti prediksi pola arus laut.
SuaraJawaTengah.id - Operasi pencarian seorang nelayan yang hilang di perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah memasuki hari kelima.
Tim SAR gabungan dari Satpolairud Polresta Pati dan TNI Angkatan Laut (AL) terus bekerja keras, memperluas area penyisiran hingga perairan Juwana dan Margoyoso, dengan harapan dapat segera menemukan korban.
"Hingga hari kelima ini, satu korban nelayan hilang belum ditemukan meski penyisiran terus diperluas hingga perairan Juwana dan Margoyoso," kata Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan di Pati, Senin (26/1/2025).
Pernyataan ini menunjukkan kegigihan tim di tengah tantangan cuaca dan luasnya area pencarian.
Pencarian telah dilakukan sejak pagi hari, melibatkan personel gabungan Satpolairud dan Ditpolairud Polda Jawa Tengah yang menggunakan perahu karet.
Kompol Hendrik menjelaskan, "Hari ini kami fokuskan penyisiran di jalur yang diperkirakan menjadi lintasan arus laut berdasarkan perhitungan cuaca dan arah angin."
Strategi ini diharapkan dapat mempersempit area pencarian dan meningkatkan peluang penemuan korban.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (21/1) sekitar pukul 14.30 WIB di perairan Banyutowo. Dua nelayan asal Dukuhseti terjatuh ke laut.
Salah satu korban, Oki Dimas Pebriyanto (25), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan utara Juwana pada Jumat (23/1) sekitar pukul 10.30 WIB.
Baca Juga: OTT Bupati Sudewo, KPK Amankan Rp2,6 Miliar! Inilah Alur Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
Namun, nasib Winarto (42), nelayan lainnya dari desa yang sama, hingga kini masih menjadi misteri.
Dalam operasi hari kelima ini, tim SAR melakukan penyisiran secara sistematis.
Mereka bergerak dari perairan Juwana menuju perairan Margoyoso, menggunakan metode pencarian yang mengikuti pola arus laut dan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terdampar.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan nelayan setempat. Kompol Hendrik mengakui bahwa "informasi dari nelayan sangat membantu, karena mereka mengetahui perubahan arus dan kondisi laut di wilayah ini."
Keterlibatan masyarakat lokal dengan pemahaman mendalam tentang karakteristik perairan menjadi kunci penting dalam operasi ini.
Berdasarkan standar operasi SAR, upaya pencarian korban kecelakaan laut dilakukan maksimal selama tujuh hari. Dengan sisa waktu yang ada, tim bertekad untuk melakukan pencarian secara maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta
-
BRI Gandeng Yakult Lady: Digitalisasi Transaksi UMKM dan Dukungan Kesejahteraan Melalui QRIS
-
BRI Siaga Lebaran 2026: Kantor Cabang, BRImo, hingga Agen BRILink Siap Layani Nasabah
-
Pegadaian Championship: Jaga Atmosfer Kompetisi, Kendal Tornado FC Jamu Persibangga
-
OTT Bupati Cilacap: Syamsul Auliya Rachman dan 26 Orang Diduga Terkait Proyek Daerah!