- Banjir di Kabupaten Pati per Senin (26/1/2026) merendam 58 desa di tujuh kecamatan, berdampak pada 25.698 jiwa.
- Jumlah desa terdampak telah berkurang dari puncak 136 desa sejak banjir melanda pada 9 Januari 2024.
- BPBD Pati mendirikan dapur umum dan menyiapkan lokasi evakuasi bagi 1.335 jiwa pengungsi akibat bencana tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Meskipun intensitas hujan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai menurun dalam beberapa hari terakhir, bencana banjir masih jauh dari kata usai.
Data terbaru menunjukkan bahwa 58 desa di tujuh kecamatan masih terendam banjir, memaksa ribuan warga untuk bertahan di tengah genangan atau mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat dampak yang berkelanjutan terhadap kehidupan masyarakat.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, pada Senin (26/1/2026) mengungkapkan, "Data sebelumnya pada Rabu (21/1) tercatat ada 60 desa di tujuh kecamatan yang terdampak. Sedangkan hasil pendataan Sabtu (24/1) jumlahnya berkurang menjadi 58 desa."
Penurunan jumlah desa terdampak ini, meskipun sedikit, memberikan secercah harapan di tengah situasi yang masih menantang.
Sejak awal kejadian banjir pada 9 Januari 2024, Kabupaten Pati memang telah menghadapi cobaan berat.
Martinus menjelaskan bahwa banjir sempat melanda hingga 136 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Namun, berkat menurunnya curah hujan, secara bertahap jumlah wilayah terdampak terus berkurang. Meski demikian, perjuangan untuk pulih sepenuhnya masih panjang.
Saat ini, sebaran desa terdampak masih meliputi beberapa kecamatan. Di Kecamatan Pati, tujuh desa masih terendam. Kecamatan Juwana menjadi salah satu wilayah paling parah dengan 17 desa terdampak, meskipun jumlah ini sudah berkurang dari sebelumnya 23 desa.
Kecamatan Kayen memiliki lima desa terdampak, Jakenan delapan desa, Sukolilo tiga desa, Dukuhseti lima desa, serta Kecamatan Gabus dengan 13 desa yang masih terendam banjir.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
Dampak banjir ini tidak hanya terbatas pada genangan air. Sebanyak 6.883 rumah tercatat terdampak, mempengaruhi total 9.170 keluarga atau sekitar 25.698 jiwa. Angka ini menunjukkan skala bencana yang signifikan, dengan banyak warga kehilangan akses ke rumah dan mata pencarian mereka.
Tak pelak, ribuan warga terpaksa mengungsi. "Jumlah pengungsi mencapai 562 keluarga atau 1.335 jiwa yang tersebar di sejumlah tempat umum maupun mengungsi ke rumah saudara atau kerabat yang tidak terdampak banjir," tambah Martinus. Kondisi pengungsian ini tentu memerlukan perhatian serius, terutama dalam hal penyediaan kebutuhan dasar dan sanitasi.
Dalam upaya penanganan cepat, BPBD Kabupaten Pati terus berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pemerintah daerah di berbagai tingkatan.
Fokus utama adalah penyiapan lokasi evakuasi yang layak dan aman bagi para pengungsi. Selain itu, untuk memastikan kebutuhan pangan warga terdampak terpenuhi, BPBD bersama instansi terkait telah mendirikan dapur umum di seluruh kecamatan yang masih terdampak banjir.
Meskipun ada tanda-tanda perbaikan, kondisi 58 desa yang masih terendam banjir di Pati menjadi pengingat bahwa penanganan pasca-bencana memerlukan upaya berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ruang Kelas SDN Sendangmulyo Semarang Hancur Ditimpa Pohon Roboh
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional