- Pencarian Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang dihentikan pada 31 Januari 2026 setelah 13 hari tanpa hasil.
- Operasi SAR melibatkan 270 personel dari 16 unit, namun medan ekstrem Bukit Lawu menjadi tantangan besar.
- Koordinator Opsar meminta maaf kepada keluarga, sementara ayah korban meminta masyarakat terus mendoakan Yazid.
Penyisiran dilakukan di berbagai titik krusial, termasuk jalur pendakian dan jurang dengan kedalaman mencapai 200 meter. Namun hingga hari terakhir, tidak ditemukan jejak, barang pribadi, maupun petunjuk lain yang mengarah pada keberadaan Yazid.
5. Medan Ekstrem Menjadi Tantangan Besar
Bukit Mongkrang dikenal memiliki kontur medan yang ekstrem, suhu dingin, serta vegetasi lebat. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi tim pencari, terlebih saat pencarian memasuki hari-hari akhir dengan keterbatasan visibilitas dan meningkatnya risiko keselamatan.
Meski demikian, tim SAR memastikan bahwa seluruh area prioritas telah disisir secara menyeluruh sesuai kemampuan dan standar keselamatan yang berlaku. Setiap langkah dilakukan dengan kehati-hatian tinggi demi menghindari korban tambahan.
6. Basarnas Minta Warga Tetap Melapor Jika Ada Informasi
Meski operasi resmi dihentikan, Basarnas tetap membuka kemungkinan tindak lanjut apabila ditemukan informasi baru. Masyarakat yang menemukan petunjuk atau jejak terkait Yazid diminta segera melapor kepada pihak berwenang.
Basarnas juga menegaskan bahwa apabila keluarga atau pihak lain berencana melakukan pencarian mandiri, koordinasi dengan mereka sangat penting demi keselamatan dan efektivitas pencarian, mengingat medan yang berisiko.
7. Bukit Mongkrang Menutup Pencarian dengan Duka
Tangis pecah di Bukit Mongkrang. Harapan yang selama berhari-hari dipanjatkan akhirnya harus dilepas. Doa-doa yang bergema lirih kini bercampur dengan kelelahan, dingin, dan rasa kehilangan yang sulit dijelaskan.
Baca Juga: Jawa Tengah Selatan Siaga! BMKG Peringatkan Angin Kencang Akibat Dampak Siklon Tropis Luana
Bukit Mongkrang menjadi saksi bahwa pencarian ini ditutup dengan duka. Namun cinta dan harapan untuk Yazid Ahmad Firdaus tak akan pernah benar-benar berakhir. Bagi keluarga, relawan, dan masyarakat yang mengikuti kisah ini, Yazid bukan sekadar nama dalam laporan pencarian, melainkan sosok yang terus hidup dalam doa dan ingatan.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Kendal Tornado FC Disambut Dua Laga Tandang, Ini Komentar Stefan Keeltjes
-
Bukan Sekadar Mediasi, KPAI Minta Pemulihan Korban Bullying SMPN 1 Blora Jadi Prioritas
-
HUT ke-81 RI, BRI Perkuat UMKM dan Inklusi Keuangan Nasional
-
Tebus Sembako Rp100 Ribu, Pertamina Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT