- Tanggul Sungai Nglangak di Desa Pladen, Kudus, jebol Kamis dini hari menyebabkan 250 rumah terendam banjir 10-15 cm.
- Penyebab utama jebolnya tanggul tua adalah tingginya debit air akibat hujan deras semalaman di wilayah tersebut.
- Tim gabungan melakukan penanganan darurat dengan perbaikan sementara menggunakan karung berisi material untuk mencegah luapan air.
SuaraJawaTengah.id - Ratusan rumah di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, terendam banjir setelah tanggul Sungai Nglangak jebol pada Kamis dini hari.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras semalaman.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kudus segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, namun dampak banjir sudah meluas, menyebabkan kerugian dan kesulitan bagi warga setempat.
Camat Jekulo, Adji Setiawan, menjelaskan bahwa tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 10 sentimeter. Menurutnya, usia tanggul yang sudah tua menjadi faktor utama kegagalan menahan debit air sungai yang tinggi akibat curah hujan ekstrem.
"Usia tanggul sudah cukup tua sehingga ketika debit air tinggi tak mampu menahan," ungkap Adji.
Akibat jebolnya tanggul ini, genangan banjir melanda lima rukun tetangga (RT) yang tersebar di dua rukun warga (RW). Ketinggian genangan bervariasi antara 10-15 sentimeter, dan yang paling memprihatinkan, sebanyak 250 unit rumah warga terdampak langsung oleh banjir ini.
Kapolsek Jekulo, AKP Danail Arifin, menyatakan bahwa setelah menerima informasi mengenai tanggul jebol, jajarannya langsung bergerak cepat ke lokasi.
Mereka membantu perbaikan tanggul secara sementara dengan menggunakan karung plastik yang diisi material galian. Upaya darurat ini dilakukan untuk mencegah air semakin banyak masuk ke pemukiman warga.
"Debit air sungai untuk sementara mulai menurun, namun penanganan tanggul secara darurat perlu segera dilakukan agar air tidak masuk pemukiman warga," tegas AKP Danail.
Baca Juga: 7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!
Sementara tim gabungan berupaya menanggulangi tanggul, warga terdampak harus berjuang sendiri membersihkan rumah mereka dari lumpur setelah genangan mulai surut.
Sebagian warga lainnya bahkan harus menggunakan mesin pompa untuk membuang air genangan di dalam rumah ke dataran yang lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan betapa parahnya dampak banjir yang mereka alami.
Munir, salah seorang warga Desa Pladen yang rumahnya terendam, menceritakan pengalaman pahitnya. Ia mengungkapkan bahwa genangan banjir di dalam rumahnya mencapai lutut orang dewasa saat kejadian dini hari.
"Banjir hari ini (5/2) yang terparah, karena tanggulnya sampai jebol, sedangkan banjir sebelumnya hanya karena air Sungai Nglangak itu limpas, sehingga cepat surutnya," ujar Munir.
Pengakuan Munir ini menggarisbawahi bahwa banjir kali ini jauh lebih buruk dibandingkan kejadian sebelumnya, yang hanya disebabkan oleh luapan air sungai.
Ia pun terpaksa menggunakan mesin pompa penyedot air agar rumahnya cepat surut dan bisa kembali beraktivitas normal. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur penahan banjir yang kuat dan pemeliharaan yang rutin, terutama di wilayah yang rentan terhadap dampak curah hujan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun