- Wapres Gibran meninjau langsung pengungsian korban tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026).
- Bupati Tegal melaporkan bahwa pergerakan tanah telah berdampak pada 250 rumah dan menyebabkan 804 jiwa mengungsi.
- Gubernur Luthfi menekankan peran negara dalam memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan mempercepat perbaikan infrastruktur terdampak.
SuaraJawaTengah.id - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan perhatian serius terhadap bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian pada Jumat (6/2/2026).
Kehadiran Wapres Gibran ini menjadi sorotan utama, menandakan komitmen pemerintah pusat dalam penanganan bencana yang telah berdampak pada ratusan rumah warga dan memaksa ratusan jiwa mengungsi.
Dalam kunjungan yang didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wapres Gibran tiba di posko pengungsian di rumah warga bernama Kamal sekitar pukul 09.30 WIB.
Ia sempat berbincang singkat dengan Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, serta sejumlah tokoh setempat. Interaksi ini menunjukkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat.
Setelah itu, Wapres Gibran dan Gubernur Luthfi melanjutkan peninjauan kondisi rumah warga terdampak dengan menggunakan kendaraan roda dua.
Pilihan kendaraan ini bukan tanpa alasan, mengingat akses jalan yang terbatas dan kondisi tanah yang masih labil, menunjukkan upaya adaptasi dalam menjangkau lokasi terdampak paling parah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara tegas menekankan pentingnya kehadiran negara sejak awal dalam penanganan bencana ini.
"Hadirnya negara adalah memberikan kepastian bahwa masyarakat di hunian tetap (Huntap) bisa eksis dan mandiri. Inilah hadirnya negara yang kita tunggu-tunggu," katanya.
Pada kunjungan sebelumnya, Rabu (4/2), Gubernur Luthfi juga telah memimpin rapat koordinasi darurat dan menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Baca Juga: Pencarian Dihentikan, Ini 7 Fakta Haru Operasi SAR Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang
"Hari ini di Tegal, semua harus cukup, mulai dapur, sekolah dan kebutuhan lainnya. Selain aspek kemanusiaan, saya minta percepatan penanganan infrastruktur terdampak melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah daerah," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa pergerakan tanah masih bersifat dinamis dan telah berdampak pada sekitar 250 rumah warga, serta memaksa 804 jiwa terpaksa mengungsi.
Data ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar, memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan dari berbagai pihak. Kunjungan Wapres Gibran diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak di Kabupaten Tegal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gita Wirjawan di UHN Tegal: Kepemimpinan Mendatang Harus Ditata Ulang, Jangan Mabuk Elektabilitas
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah