Budi Arista Romadhoni
Kamis, 12 Februari 2026 | 07:51 WIB
Ilustrasi anak belajar di kelas. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Gregor Mendel menggunakan kacang ercis karena siklus hidupnya cepat dan variasi sifatnya jelas untuk penelitian pewarisan sifat.
  • Perbedaan utama persilangan monohibrid dan dihibrid terletak pada jumlah sifat yang diamati, yaitu satu atau dua sifat.
  • Pasangan heterozigot rambut keriting (Aa) memiliki 25% kemungkinan mewariskan anak dengan rambut lurus resesif (aa).

SuaraJawaTengah.id - Pada buku pelajaran IPA SMP/MTS Kelas 9 halaman 150 Kurikulum Merdeka, terdapat soal latihan yang membahas tentang persilangan monohibrid dan dihibrid. Dalam soal tersebut, siswa diminta untuk menganalisis dan menjawab beberapa pertanyaan yang telah terlampir.

Sebelum melihat kunci jawaban ini, disarankan bagi siswa untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri, kemudian menggunakan jawaban ini sebagai panduan untuk mengoreksi hasil pekerjaan mereka.

Berikut adalah kunci jawaban beserta penjelasan untuk soal-soal pada halaman 150:

1. Mengapa Mendel melakukan percobaan terkait pewarisan sifat menggunakan kacang ercis?

Gregor Mendel melakukan percobaan terkait pewarisan sifat menggunakan kacang ercis (Pisum sativum) karena tanaman ini memiliki beberapa karakteristik yang menjadikannya ideal untuk penelitian genetika. Kacang ercis memiliki siklus hidup yang singkat, memungkinkan Mendel melakukan banyak percobaan dalam waktu relatif cepat. Selain itu, kacang ercis memiliki struktur bunga yang mengandung organ reproduksi jantan (stamen) dan betina (pistil), sehingga mudah untuk melakukan persilangan dan mengendalikan polinasi. Mendel juga memilih kacang ercis karena tanaman ini memiliki variasi sifat yang jelas dan dapat diamati, seperti warna biji (merah atau putih), bentuk biji (bulat atau keriput), warna bunga, dan panjang tangkai. Mendel memilih untuk mengamati satu sifat pada suatu waktu (monohibrid) sebelum beralih ke sifat lainnya, sehingga memudahkan dia dalam mengamati pola pewarisan sifat yang sederhana.

2. Apa perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid?

Perbedaan utama antara persilangan monohibrid dan dihibrid terletak pada jumlah sifat yang diamati. Berikut penjelasannya:

Persilangan Monohibrid: Persilangan monohibrid melibatkan persilangan dua individu yang berbeda dalam satu sifat atau satu gen. Misalnya, dalam eksperimen Mendel, ia mengamati persilangan antara kacang ercis dengan biji merah dan biji putih. Dalam persilangan monohibrid, hanya satu sifat yang diamati, yaitu warna biji.

Persilangan Dihibrid: Persilangan dihibrid melibatkan persilangan dua individu yang berbeda dalam dua sifat yang berbeda atau dua gen yang terletak pada kromosom yang berbeda. Misalnya, jika kita mempertimbangkan dua sifat pada kacang ercis, yaitu warna biji dan bentuk biji (bulat atau keriput), maka persilangan ini akan menjadi persilangan dihibrid karena kita mengamati dua sifat yang berbeda pada saat yang sama.

Baca Juga: Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 10 Halaman 170-174: Penilaian Pengetahuan Bab 6

3. Seorang pasangan suami istri memiliki rambut keriting heterozigot. Karakter rambut lurus bersifat resesif. Berapakah persentase kemungkinan mereka memiliki anak dengan rambut lurus?

Untuk menghitung kemungkinan pasangan suami istri dengan rambut keriting heterozigot (Aa) memiliki anak dengan rambut lurus (aa), kita harus terlebih dahulu mengetahui sifat-sifat yang terlibat. Dalam hal ini, karakter rambut keriting adalah dominan (A), dan karakter rambut lurus bersifat resesif (a). Ketika pasangan heterozigot (Aa) memiliki anak, mereka dapat mewariskan alel A atau alel a kepada anak-anak mereka.

Dengan menggunakan hukum pewarisan Mendel, kita dapat membuat diagram persilangan untuk menghitung kemungkinan genotipe anak-anak mereka:

Genotipe orang tua: Aa x Aa
Kemungkinan genotipe anak:

25% AA (rambut keriting)
50% Aa (rambut keriting)
25% aa (rambut lurus)
Jadi, 25% kemungkinan anak mereka akan memiliki rambut lurus (aa).

4. Sepasang suami istri berkulit normal terkejut ketika mendapatkan anak yang albino. Albino adalah kelainan yang ditandai dengan tidak adanya pigmen melanin pada kulit seseorang dan bersifat resesif. Apakah mungkin hal ini terjadi pada pasangan tersebut?

Untuk mengetahui apakah pasangan dengan kulit normal bisa memiliki anak albino, kita perlu mempertimbangkan pewarisan sifat resesif. Dalam hal ini, sifat albino bersifat resesif (aa), yang berarti anak hanya bisa memiliki kondisi albino jika menerima alel resesif a dari kedua orang tuanya. Jika kedua orang tua memiliki kulit normal, tetapi masing-masing membawa alel resesif (Aa), mereka berpotensi memiliki anak dengan genotipe aa (albino).

Mari kita buat diagram persilangan untuk membantu memahami kemungkinan ini:

Genotipe orang tua: Aa x Aa
Gamet yang dihasilkan: A, a x A, a
Kemungkinan genotipe anak:

25% AA (kulit normal)
50% Aa (kulit normal)
25% aa (albino)
Jadi, ada 25% kemungkinan anak mereka akan lahir dengan kondisi albino. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun orang tua memiliki kulit normal, mereka masih bisa membawa alel resesif untuk albino yang dapat diwariskan pada anak mereka.

Kesimpulan

Dalam soal ini, kita telah membahas tentang persilangan monohibrid dan dihibrid, serta bagaimana hukum pewarisan Mendel berlaku dalam pewarisan sifat-sifat tertentu, seperti warna biji pada kacang ercis, rambut keriting, dan kulit albino. Penting bagi siswa untuk memahami konsep dasar genetika ini, karena ini membentuk dasar pemahaman lebih lanjut dalam ilmu biologi dan genetika.

Disclaimer

Artikel ini dimaksudkan untuk membantu orang tua dalam memandu proses belajar anak. Sebelum melihat kunci jawaban, siswa disarankan untuk terlebih dahulu mencoba menjawab soal-soal tersebut sendiri dan menggunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan mereka.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More