- Muhammad Ridwan dan Yoyok Sukawi konsisten membangun fondasi sepak bola usia dini di Jawa Tengah.
- Pembinaan diperkuat melalui Liga MJM dan rangkaian kompetisi rutin seperti Piala Yoyok Sukawi.
- Kedua tokoh tersebut hadir dalam Grand Final U-18 Liga MJM pada Ahad, 8 Februari 2026.
SuaraJawaTengah.id - Pembinaan sepak bola usia dini di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Di balik berbagai kompetisi yang rutin digelar, terdapat dua figur yang konsisten membangun fondasi sepak bola dari akar rumput, yakni Muhammad Ridwan dan Yoyok Sukawi.
Komitmen keduanya kembali terlihat saat menghadiri Grand Final U-18 Liga MJM musim 2025/2026 yang mempertemukan Darul Amanah FA U-18 kontra PSIS Development U-18, Ahad (8/2/2026).
Di tengah atmosfer kompetisi yang penuh semangat, kehadiran dua tokoh ini menjadi simbol kuat dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda.
Dari Legenda Lapangan hingga Arsitek Pembinaan
Nama Muhammad Ridwan telah lama identik dengan sepak bola Semarang. Sebagai mantan pemain nasional dan legenda klub, ia pernah merasakan atmosfer kompetisi tertinggi Tanah Air. Namun selepas gantung sepatu, Ridwan memilih jalan berbeda: terjun langsung membina pemain muda dan mendampingi berbagai kompetisi usia dini.
Di sisi lain, Yoyok Sukawi dikenal luas sebagai figur manajemen yang selama bertahun-tahun membangun PSIS Semarang secara profesional. Tak berhenti di level tim senior, ia juga konsisten mendorong lahirnya sistem pembinaan berjenjang agar regenerasi pemain berjalan berkelanjutan.
Meski berlatar belakang berbeda, keduanya dipersatukan oleh satu keyakinan: masa depan sepak bola tidak bisa dibangun secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia dini.
Ekosistem Pembinaan yang Berjalan Konsisten
Baca Juga: 5 Prompt Gemini AI: Foto Kamu Jadi Pemain Klub Sepak Bola Terkenal
Liga MJM menjadi salah satu pilar utama pembinaan usia muda di Semarang. Namun kompetisi ini bukan satu-satunya.
Sepanjang tahun, proses pembinaan diperkuat melalui berbagai agenda rutin, di antaranya:
- kompetisi internal PSIS yang melibatkan 25 klub dan dibagi dalam dua kasta Liga 1 dan Liga 2 internal
- turnamen antar sekolah sepak bola Piala Yoyok Sukawi untuk kategori U-13, U-15, dan U-17
- Liga Mahesa Jenar Muda untuk kelompok U-16 dan U-18
- hasil pembinaan yang secara rutin diikutsertakan dalam ajang Piala Soeratin tingkat Jawa Tengah
Rangkaian kompetisi tersebut membentuk jalur pengembangan pemain yang terstruktur. Sebuah sistem pembinaan yang masih jarang dimiliki daerah lain secara konsisten.
Pada laga puncak U-18 Liga MJM, Ridwan dan Yoyok tidak hanya hadir sebagai penonton. Keduanya tampak berdialog dengan pelatih, pengelola kompetisi, hingga memberi motivasi langsung kepada para pemain muda.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa pembangunan sepak bola tidak cukup dilakukan dari ruang rapat atau level profesional semata. Sepak bola harus hidup di tengah komunitas — tumbuh dari lapangan-lapangan sederhana tempat karakter dan mental juara dibentuk sejak dini.
Fondasi yang Layak Ditiru
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru
-
Banyuanyar Bertransformasi Jadi Green Smart Village Berbasis Kekuatan Warga
-
Serbuan Digital di Jateng: Trafik Indosat di Brebes Meledak 71 Persen, AI Jadi Kunci Sukses Mudik
-
Hadapi Risiko Global, Industri Perbankan Jaga Likuiditas dan Kualitas Aset
-
Kerbau Bule Pikat Ribuan Warga: Lomban Syawalan Jepara 2026 Bangkitkan Ekonomi dan Lestarikan Budaya