- PBPI Kota Semarang periode 2026-2030 dilantik untuk mengatasi stigma padel sebagai olahraga eksklusif dan mempopulerkannya.
- PBPI berencana merangkul komunitas lokal dan berkolaborasi dengan sekolah guna mencetak atlet berprestasi untuk ajang nasional.
- KONI mendorong PBPI mengadakan turnamen berkonsep sport entertainment sebagai strategi menjaring dan mengasah atlet muda berpotensi.
SuaraJawaTengah.id - Pelantikan pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Semarang periode 2026-2030 menjadi genderang perang melawan citra eksklusif yang selama ini melekat pada olahraga padel.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota dan KONI, PBPI Semarang mengusung agenda besar: membumikan padel agar bisa diakses dan digemari semua lapisan masyarakat, sekaligus mencetak atlet berprestasi untuk kancah nasional.
Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak strategis untuk mengubah tren menjadi prestasi.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, melihat fenomena padel sebagai potensi besar yang harus dikelola secara serius.
Pertumbuhan pesat lapangan padel di ibu kota Jawa Tengah dalam enam bulan terakhir menandakan antusiasme publik yang luar biasa.
“Fenomena padel di Kota Semarang luar biasa. Dalam enam bulan terakhir, lapangan tumbuh cukup banyak. Ini olahraga yang sehat sekaligus membangun keakraban karena dimainkan berpasangan,” ujar Agustina usai pelantikan di Semarang, Kamis (12/2/2026).
Namun, Agustina mengingatkan bahwa popularitas saja tidak cukup. Dengan masuknya padel ke dalam struktur KONI dan berpeluang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), Semarang dituntut untuk bergerak cepat.
“Kalau sudah ada aba-aba masuk kompetisi resmi, Semarang harus siap. Kita harus punya atlet yang bisa meraih medali. Maka liga dan turnamen harus segera digelar untuk menjaring atlet,” tegasnya.
Dari Hobi Mahal Menjadi Prestasi Lokal
Baca Juga: Cuaca Semarang Hari Ini: Waspada Hujan Ringan hingga Sedang, BMKG Jelaskan Fenomena Cold Pool
Tantangan terbesar yang diakui pengurus baru adalah stigma padel sebagai olahraga mahal atau hanya untuk kalangan tertentu.
Ketua PBPI Kota Semarang yang baru dilantik, Alexander Riandro Satria, menjadikan isu ini sebagai pekerjaan rumah utama.
Pihaknya bertekad membawa padel lebih dekat ke masyarakat luas, terutama generasi muda.
“PR kami bagaimana padel bisa diterima semua usia dan semua lapisan masyarakat. Tidak hanya kalangan tertentu,” tegas Riandro.
Langkah konkret pun telah disiapkan. PBPI akan merangkul sekitar 50 komunitas padel yang ada di Semarang untuk didata dan diwadahi menjadi klub resmi.
Dari situ, program pembinaan berbasis kelompok umur akan dijalankan secara terstruktur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
Terkini
-
Guru Ngaji di Kebumen Jadi Tersangka Kasus Asusila, Polisi Ungkap Kronologi dan Jumlah Korban
-
7 Fakta Kecelakaan Tragis di Jepara: Mobil Kijang Tabrak Anak di Halaman Rumah
-
Tragedi Petasan di Semarang: Penjual Bahan Peledak Online Ditetapkan Jadi Tersangka
-
Ngeri! Ini 7 Fakta Temuan Kerangka Manusia di Kebun Tebu Pemalang
-
Waspada Hujan di Semarang Hari Ini, BMKG Prediksi Guyuran Ringan Merata Sepanjang Jawa