Budi Arista Romadhoni
Senin, 16 Februari 2026 | 11:54 WIB
Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akibat curah hujan tinggi, Senin (16/2/2026). ANTARA/Gunawan
Baca 10 detik
  • Banjir bandang menerjang 14 desa di delapan kecamatan Grobogan pada Senin (16/2/2026) akibat curah hujan tinggi.
  • Beberapa lokasi mengalami dampak parah seperti Perumahan Permata Hijau dengan ketinggian air mencapai satu meter memaksa evakuasi.
  • Jebolnya tanggul Sungai Jajar di Mojoagung menyebabkan rendaman air melumpuhkan akses jalan utama hingga mengharuskan evakuasi.

Ketinggian air di wilayah Krasak berkisar antara 20–40 cm. Selain permukiman, banjir juga merendam area persawahan, dan di depan SPBU Dusun Mojo, ketinggian air mencapai sekitar satu meter sehingga belum dapat dilalui kendaraan, memutus akses vital.

Bencana juga melanda Kecamatan Geyer, di Desa Bangsri, Dusun Getas dan Dusun Geneng, dengan tiga rumah terendam setinggi 25 cm.

Di Kecamatan Toroh, banjir melanda Desa Tambirejo dan Desa Krangganharjo, dengan proses evakuasi di Perumahan Janur Kuning, Desa Tambirejo.

Terakhir, di Kecamatan Pulokulon, banjir akibat luapan Sungai Peganjing merendam Dusun Legundi, Desa Karangharjo, dengan ketinggian air sekitar 50 cm, memaksa 30 warga melakukan evakuasi mandiri.

Hingga laporan ini disampaikan, sebagian besar wilayah dilaporkan berangsur surut. Meski demikian, BPBD Grobogan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu banjir kembali.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya mitigasi bencana yang komprehensif, termasuk penguatan tanggul dan sistem drainase, untuk melindungi masyarakat Grobogan dari ancaman bencana yang terus berulang.

Load More