Budi Arista Romadhoni
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:47 WIB
PT Semen Gresik memfasilitasi kegiatan studi tiru warga enam desa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Madani (FMM) berkunjung ke Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. [Dok Semen Gresik]
Baca 10 detik
  • PT Semen Gresik memfasilitasi studi tiru enam desa dari Rembang dan Blora ke Desa Kaliwedi, Sragen sebagai bagian program CSR.
  • Peserta studi tiru, termasuk kepala desa dan tokoh masyarakat, mempelajari tata kelola dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal desa.
  • Desa Kaliwedi berbagi keberhasilan pengelolaan ketahanan pangan terintegrasi melalui unit usaha BUMDes, seperti peternakan dan budidaya perikanan.

SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik terus konsisten ikut mendorong percepatan pembangunan desa selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dengan memfasilitasi kegiatan studi tiru warga enam desa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Madani (FMM) berkunjung ke Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Sejumlah tokoh perwakilan desa terdiri dari Kepala Desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam).

Adapun 6 desa sekitar perusahaan diantaranya Desa Tegaldowo, Pasucen, Timbrangan, Kajar, dan Kadiwono di Kabupaten Rembang, serta Desa Ngampel di Kabupaten Blora.

Agenda ini merupakan bagian dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Gresik yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui studi tiru, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai tata kelola desa, penguatan kelembagaan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, menyampaikan bahwa perusahaan terus konsisten berkomitmen pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat, salah satunya dengan memfasilitasi program studi tiru yang menjadi metode efektif untuk mempercepat proses pembelajaran desa.

“Semen Gresik ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan referensi nyata tentang bagaimana sebuah desa mampu mengelola potensi yang dimiliki secara optimal. Dengan melihat langsung praktik di Desa Kaliwedi, kami berharap enam desa ini dapat mengadopsi dan menyesuaikan program yang relevan untuk dikembangkan di wilayahnya,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan desa memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha.

Perusahaan, lanjutnya, berperan sebagai mitra strategis yang mendorong terciptanya kolaborasi berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Sementara itu, Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, menyambut positif kunjungan studi tiru tersebut. Ia menilai dukungan PT Semen Gresik dalam memfasilitasi kolaborasi antar desa merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi pembangunan dan mendorong percepatan kemandirian desa.

“Alhamdulillah, keberhasilan Desa Kaliwedi tidak lepas dari pengelolaan ketahanan pangan yang terintegrasi melalui BUMDes. Kami mengembangkan berbagai unit usaha seperti peternakan ayam petelur, budidaya ikan nila dan lele, serta pengembangan buah kelengkeng dan melon. Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” tutup Daryono.

Load More