- Kementerian Perhubungan membuka pendaftaran Mudik Gratis 2026 menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta secara daring mulai 1 Maret 2026.
- Total 401 bus dan fasilitas angkut motor gratis disiapkan untuk melayani ribuan penumpang mudik dan balik ke tujuan spesifik.
- Keberangkatan mudik dijadwalkan mulai 16 Maret 2026 dari beberapa terminal Jakarta, dengan pemeriksaan keamanan ketat.
SuaraJawaTengah.id - Kabar baik bagi Anda yang berencana mudik dari Jakarta ke Yogyakarta dan berbagai kota di Jawa Tengah. Kementerian Perhubungan resmi membuka pendaftaran Mudik Gratis 2026 mulai 1 Maret 2026.
Program ini menjadi salah satu solusi paling dinanti masyarakat karena menyediakan perjalanan tanpa biaya dengan armada yang telah dipastikan aman.
Rute Jakarta menuju Yogyakarta dan kota-kota di Jawa Tengah menjadi salah satu jalur favorit setiap musim mudik. Tahun ini, pemerintah kembali mengakomodasi tingginya minat tersebut melalui ratusan armada bus dan kuota ribuan penumpang. Berikut delapan hal penting yang perlu Anda ketahui.
1. Pendaftaran Online Dibuka 1 Maret 2026
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi nusantara.kemenhub.go.id dan dibuka mulai 1 Maret 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa pendaftaran akan ditutup ketika kuota telah terpenuhi. Dengan tingginya minat rute Jakarta ke Yogyakarta dan Jawa Tengah, Anda disarankan segera mendaftar saat sistem dibuka.
2. 401 Bus Disiapkan untuk Arus Mudik dan Balik
Sebanyak 401 unit bus disiapkan untuk melayani arus mudik dan arus balik 2026. Armada ini mencakup perjalanan dari sejumlah terminal di Jakarta menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Jumlah ini merupakan bagian dari target kapasitas total 15.834 penumpang untuk perjalanan pergi dan pulang. Rute Jawa Tengah dan DIY diperkirakan menjadi salah satu yang paling diminati.
Baca Juga: 11 Hari Libur Lebaran 2025: Siap-siap Mudik Lebih Panjang!
3. Titik Keberangkatan dari Jakarta dan Sekitarnya
Untuk pemudik dari Jakarta dan wilayah penyangga, berikut jadwal keberangkatan yang perlu Anda catat:
16 Maret 2026: Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan
17 Maret 2026: Terminal Jatijajar (Depok) dan Terminal Pulogebang (Jakarta)
18 Maret 2026: Terminal Kampung Rambutan (Jakarta) dan Terminal Poris Plawad (Tangerang)
Terminal Kampung Rambutan dan Pulogebang biasanya menjadi titik favorit pemudik tujuan Jawa Tengah dan Yogyakarta karena aksesnya yang strategis.
4. Daftar Kota Tujuan di Yogyakarta dan Jawa Tengah
Program ini menjangkau banyak kota di Jawa Tengah dan DIY. Untuk Anda yang ingin pulang ke wilayah tersebut, berikut kota tujuan yang tersedia:
Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Demak, Boyolali, Klaten, Pati, Blora, Cilacap, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Wonosari, Jepara, dan Sragen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kasus Kiai Ashari di Persimpangan, Kendala Bukti Hambat Pengusutan Dugaan Pencabulan 50 Santri
-
"Puncak Kemarau Panjang Mengintai, DPRD Jateng Desak Optimalisasi Embung dan Waduk"
-
Belum Setahun, Tiga Serangan 'Bom' Menyasar Sekolah di Indonesia, Pelaku Selalu Korban Perundungan?
-
35 SD Negeri di Temanggung Sepi Peminat, Satu Sekolah Nihil Murid Baru
-
Akses Pupuk Bersubsidi Diklaim Makin Mudah, Penyaluran Capai 5,13 Juta Ton