- Serangan AS dan Israel pada 28 Februari menghantam tiga fasilitas nuklir utama Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordo.
- IAEA mengonfirmasi kerusakan serius namun tidak total, membuka kemungkinan dimulainya kembali pengayaan uranium dalam beberapa bulan.
- Kegagalan diplomasi memicu eskalasi, ditandai Iran memperkuat kompleks bawah tanah yang belum pernah diserang.
Di tengah ketidakpastian, citra satelit menunjukkan aktivitas yang mengkhawatirkan. Laporan dari Institute for Science and International Security (ISIS) mengungkapkan bahwa pekerjaan konstruksi telah dilakukan di situs Natanz dan Isfahan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pemasangan atap baru.
Lebih dari itu, Iran terdeteksi sedang memperkuat kompleks bawah tanah, Gunung Kolang Gaz La, yang terletak di dekat Natanz dan belum pernah diserang.
Langkah ini mengindikasikan Iran tidak menyerah dan justru berupaya membuat fasilitasnya lebih tahan terhadap serangan di masa depan.
Penilaian Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) pada Mei tahun lalu menyimpulkan Iran dapat memproduksi uranium tingkat senjata yang cukup untuk perangkat nuklir pertama dalam "kemungkinan kurang dari seminggu".
Meski memproduksi bahan fisil tidak sama dengan memiliki bom fungsional, kemajuan Iran di bidang ini tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas regional, khususnya bagi Israel dan AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama