- Ketua PBNU mengecam keras serangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Adrie Yunus, di Salemba, Jakarta Pusat.
- Savic Ali menilai serangan terarah ini sebagai premanisme politik yang mengancam aktivis kritis terhadap kebijakan negara saat ini.
- PBNU mendesak polisi segera mengusut tuntas kasus ini menggunakan petunjuk CCTV demi mencegah terulangnya intimidasi serupa.
SuaraJawaTengah.id - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Media, IT, dan Advokasi, Muhammad Safi’i Alielha mengecam serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Adrie Yunus.
Aktivis muda NU yang kerap disapa Savic Ali ini menilai serangan tersebut sangat memprihatinkan. Kekerasan dan teror ini menunjukkan masih adanya ancaman terhadap keamanan warga, khususnya aktivis yang kritis terhadap kebijakan negara.
Menurut Savic, kekerasan tersebut terjadi di tengah situasi politik yang relatif terbuka. Teror justru terjadi saat pemerintah sedang membentuk tim reformasi kepolisian.
Serangan berupa penyiraman air keras merupakan tindakan kekerasan yang sangat serius karena berpotensi menimbulkan cacat permanen bahkan kematian.
Savic mendesak polisi segera mengusut kasus tersebut dan menangkap pelakunya. Dia menilai aparat seharusnya tidak kesulitan mengungkap pelaku karena terdapat sejumlah petunjuk awal, termasuk rekaman CCTV yang dapat melacak identitas pelaku.
“Sekarang banyak CCTV di berbagai titik. Seharusnya tidak sulit bagi kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku. Tinggal kita menunggu keseriusan aparat,” kata Savic.
Savic menilai serangan terhadap Adrie terindikasi kuat sebagai tindakan yang terarah dan terencana. Korban dikenal sebagai aktivis yang kerap mengkritik berbagai kebijakan negara, terutama terkait dugaan kekerasan aparat.
Dia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk premanisme politik, bukan kejahatan kriminal biasa. Sebab serangan tersebut berbeda dengan motif kejahatan jalanan karena tidak ada unsur perampasan atau motif ekonomi lainnya.
“Ini jelas bahwa bukan kecelakaan random. Bukan orang kayak klitih ibaratnya. Saya kira Andrie ini sudah ditarget. Sudah diincar terkait, saya kira aktivitas dan profesinya. Ini premanisme politik. Jelas bukan kriminal (biasa).”
Baca Juga: Pesan Ketum PBNU untuk Para Santri: Bangun Pemerintah Indonesia Menjadi Lebih Baik
Savic mengingatkan jika kasus tersebut tidak diusut tuntas, tindakan serupa berpotensi terulang terhadap aktivis lain di berbagai daerah.
Menurut Savic secara resmi sikap PBNU menyampaikan kecaman. Organisasi menilai aksi kekerasan—terlebih penyiraman air keras bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan ajaran Islam.
Dalam ajaran Islam terdapat prinsip perlindungan terhadap jiwa manusia yang menjadi salah satu tujuan utama syariat. “Islam itu ada hifzhu nafs, memelihara jiwa, keselamatan. Itu bagian dari tujuan agama. Tindakan itu pada dasarnya melanggar tujuan agama yaitu perlindungan terhadap hidup manusia.”
Selain mendesak kepolisian bertindak cepat, dia juga mengapresiasi langkah organisasi bantuan hukum yang telah melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
Savic mengingatkan bahwa kasus serupa pernah terjadi, penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Pola kekerasan terhadap individu yang kritis terhadap negara, tidak boleh kembali terjadi.
Praktik intimidasi terhadap pihak yang vokal mengkritik pemerintah, lebih identik dengan pola kekuasaan masa lalu yang tidak sejalan dengan sistem demokrasi hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang
-
BRI Raih Penghargaan Bergengsi Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu