Budi Arista Romadhoni
Minggu, 15 Maret 2026 | 20:25 WIB
Ketua PBNU Bidang Media, IT, dan Advokasi, Muhammad Safi’i Alielha mengecam penyerangan terhadap aktivis KontraS. (Suara.com/ Angga Haksoro A).
Baca 10 detik
  • Ketua PBNU mengecam keras serangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Adrie Yunus, di Salemba, Jakarta Pusat.
  • Savic Ali menilai serangan terarah ini sebagai premanisme politik yang mengancam aktivis kritis terhadap kebijakan negara saat ini.
  • PBNU mendesak polisi segera mengusut tuntas kasus ini menggunakan petunjuk CCTV demi mencegah terulangnya intimidasi serupa.

“Pasca Orde Baru, pasca reformasi, ini sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi. Tapi untuk mengatakan ini kembali ke Orde Baru, tentu masih panjang. Saya kira sebagian besar rakyat Indonesia tidak setuju kita kembali ke Orde Baru.”

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Adrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Adrie menderita mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit. Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada.

Caption: Ketua PBNU Bidang Media, IT, dan Advokasi, Muhammad Safi’i Alielha mengecam penyerangan terhadap aktivis KontraS. (Suara.com/ Angga Haksoro A). 

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Load More