- Rapat Sesepuh NU di Jombang menyimpulkan pemakzulan Gus Yahya tidak sesuai AD/ART organisasi.
- Forum sepuh menyoroti perlunya klarifikasi pelanggaran serius yang dituduhkan kepada Ketua Umum PBNU tersebut.
- Para sesepuh merekomendasikan penundaan Rapat Pleno PBNU penetapan Pj Ketua Umum untuk musyawarah internal.
SuaraJawaTengah.id - Upaya pemakzulan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menemui babak baru.
Para kiai dan tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU) turun gunung untuk mendinginkan suasana, mencegah potensi perpecahan di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Melalui Rapat Sesepuh dan Mustasyar NU yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, para 'orang tua' di NU menyimpulkan bahwa proses pelengseran Gus Yahya tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma'ruf Amin, yang juga seorang Mustasyar PBNU, hadir secara daring dan membeberkan empat poin krusial hasil pertemuan tersebut.
Poin ini menjadi penyejuk di tengah panasnya suhu politik internal PBNU.
"Forum Sesepuh berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART," kata Ma'ruf Amin mengutip hasil rapat.
Putusan ini bak angin segar bagi kubu Gus Yahya, yang sejak awal menegaskan bahwa posisinya sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-34 pada 2021 hanya bisa diganti melalui muktamar selanjutnya. Namun, para sesepuh tidak serta-merta membela Gus Yahya sepenuhnya.
Mereka juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran serius yang perlu segera ditangani.
"Forum Sesepuh NU juga melihat adanya informasi terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Gus Yahya, yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh," lanjut Ma'ruf Amin.
Tudingan yang dialamatkan kepada Gus Yahya memang tak main-main, mulai dari isu tata kelola keuangan hingga dugaan keterkaitan dengan jaringan zionisme internasional.
Hal inilah yang menjadi pemantik keluarnya surat dari jajaran Syuriyah PBNU yang menyatakan Gus Yahya tak lagi menjabat sebagai ketua umum.
Jalan Tengah Para Sesepuh
Menyadari gentingnya situasi, para kiai sepuh yang hadir, seperti KH Said Aqil Siradj, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, dan kehadiran daring Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, mengambil langkah strategis untuk menahan laju konflik.
Mereka merekomendasikan agar Rapat Pleno PBNU yang rencananya digelar untuk menetapkan Penjabat (Pj) Ketua Umum agar ditunda. Penundaan ini dianggap penting untuk memberi ruang bagi musyawarah dan penyelesaian sesuai prosedur organisasi.
"Forum merekomendasikan agar Rapat Pleno untuk menetapkan PJ tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi," tegas Ma'ruf.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang
-
Mengenal Varian Cicada, Ahli Sebut Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Dibanding Dewasa
-
Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain