Budi Arista Romadhoni
Kamis, 26 Maret 2026 | 20:21 WIB
Ilustrasi hujan di Jateng Selatan. [Ist]
Baca 10 detik
  • BMKG memprediksi Jawa Tengah selatan, termasuk Cilacap, mengalami hujan sedang hingga lebat mulai 26 hingga 28 Maret 2026.
  • Peningkatan pertumbuhan awan dipicu dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle di perairan barat Australia.
  • Masyarakat diimbau waspada bencana hidrometeorologi dan jalan licin, terutama bagi para pemudik yang melintas.

SuaraJawaTengah.id - Setelah beberapa hari terakhir diselimuti cuaca cerah dan terik menyengat, wilayah Jawa Tengah bagian selatan, termasuk Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem ini akan berlangsung mulai 26 hingga 28 Maret 2026.

Peringatan ini menjadi krusial, terutama bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi dan kondisi jalan licin.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa perubahan cuaca drastis ini menandai berakhirnya periode panas ekstrem.

"Dalam beberapa hari terakhir cuaca cenderung cerah dengan suhu maksimum di Cilacap mencapai 33 derajat Celcius. Tutupan awan sangat minim, sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan bumi dan terasa cukup menyengat," kata Teguh di Cilacap, Kamis (26/3/2026).

Kondisi ini, yang sebelumnya membuat warga merasakan hawa panas yang menyengat, kini akan berganti dengan potensi hujan lebat.

Menurut Teguh, mulai Kamis (26/3), kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan signifikan dalam pertumbuhan awan. Fenomena ini menjadi indikator kuat potensi hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.

"Mulai hari ini (26/3) kondisi awan sudah mulai muncul kembali, sehingga wilayah Cilacap dan sekitarnya diprakirakan akan kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga 28 Maret 2026," tegasnya.

Durasi tiga hari hujan lebat ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat.

Baca Juga: Tragis! Kecelakaan Maut di Tol Pejagan Tegal Renggut Empat Nyawa, Diduga Sopir Minibus Mengantuk

Dinamika atmosfer saat ini juga tidak lepas dari pengaruh Siklon Tropis Narelle. Meskipun terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju perairan barat Australia, siklon ini memberikan dampak tidak langsung.

"Kondisi tersebut memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jateng selatan," jelas Teguh.

Ini menunjukkan bahwa fenomena cuaca global dapat memiliki implikasi lokal yang signifikan.

BMKG juga merinci prakiraan kondisi cuaca selama tiga hari ke depan. Suhu udara diprakirakan akan berkisar antara 25-33 derajat Celcius, dengan arah angin dominan dari barat berkecepatan 5-45 kilometer per jam.

Sementara itu, kelembapan udara diperkirakan akan berada di angka 60-95 persen. Data ini memberikan gambaran lengkap bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca.

Mengingat potensi cuaca ekstrem ini, Teguh Wardoyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Load More