- Jalan Gajahmada di Semarang kini populer sebagai Blok GM, yakni pusat tongkrongan baru bagi anak muda setempat.
- Julukan Blok GM muncul dari aktivitas komunitas otomotif dan banyaknya kedai kopi yang buka selama 24 jam.
- Kawasan ini menjadi ruang sosial bagi anak skena untuk mengekspresikan gaya hidup dan bersantai di tengah kota.
Munculnya Julukan Blok GM
Istilah Blok GM dipopulerkan komunitas pencinta mobil klasik yang rutin kopdar atau ngopi pagi setiap hari Minggu. Selama beberapa jam, bahu jalan di kanan-kiri Jalan Gajahmada seolah berubah menjadi museum otomotif, dipenuhi mobil-mobil klasik.
Mobil-mobil klasik seperti Shelby Cobra, Land Cruiser, hingga motor-motor retro berjajar rapi, menghadirkan pesona masa lalu di tengah hiruk-pikuk kota modern. Aktivitas ini kemudian melahirkan julukan Blok GM untuk kawasan tersebut.
Item Gede Sudiarta, salah seorang pencinta otomotif, menceritakan bahwa kebiasaan warga berkumpul setiap Minggu pagi di kawasan itu muncul secara alami. Bahkan viralnya Blok GM sebagai spot favorit pecinta otomotif justru bermula dari hal yang tak terduga.
"Dulu itu kami iseng, kami nongkrong ada dua mobil, foto-foto, terus kebetulan pas ada orang lari pagi, ada yang sepedaan. Kita upload di sosial media, malah viral," ungkap Item.
Foto yang dibagikan Item menampilkan suasana khas era 1990-an. Dalam sekejap, banyak orang khususnya pencinta otomotif ikut datang untuk nongkrong. Sebutan Blok GM pun mulai familiar di kalangan masyarakat Kota Semarang.
"Orang-orang bilang di Semarang juga harus ada yang kayak Blok M Jakarta. Makanya kita pakai nama Blok GM. Komunitas ini organik banget, nggak ada yang maksa atau ngatur. Semua tumbuh karena orang pingin kumpul," paparnya.
Bagi Item, Blok GM bukan sekadar tempat atau ajang untuk pamer kendaraan. Kawasan ini berperan sebagai ruang sosial baru, siapa pun bisa bertukar pengalaman merawat kendaraan klasik sekaligus ngobrol soal dunia otomotif secara umum.
"Kami awalnya terinspirasi akun Semarang 90s, pengen menghadirkan suasana nostalgia. Tapi sekarang, semua jenis kendaraan bisa ikut hadir, tanpa batasan tahun atau genre," tukasnya.
Baca Juga: Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal
Berawal dari tongkrongan pencinta otomotif, Blok GM menjadi ruang bagi anak muda mengekspresikan diri. Kawasan ini seperti kota yang tak pernah tidur, memberikan momen hangat bagi siapa saja yang datang untuk berkumpul dan bersantai.
Kontributor: IFN
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Di Balik Sembako Murah Koperasi Merah Putih, Ada Lahan Produktif yang Tergusur dan Tangis Keluarga
-
Zero Tolerance terhadap Fraud, BRI Minta Masyarakat Laporkan Dugaan Tindak Pidana
-
Jeritan Warga Jateng saat Antrean BBM Mengular: Lebih Baik Turun Kasta ke Pertalite daripada Boncos
-
Pendampingan UMKM Berbasis Potensi Lokal, FIFGROUP Dongkrak Ekonomi Desa
-
Dilaporkan Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Kota Ditahan Propam