Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 04 April 2026 | 12:50 WIB
Peringatan 80 tahun Hari Persandian di Museum Sandi Yogyakarta, Sabtu (4/4/2026).[Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Peringatan Hari Persandian ke-80 di Yogyakarta pada 4 April 2026 menyoroti tantangan kompleks ancaman serangan siber nasional.
  • BSSN mencatat miliaran anomali trafik siber yang menuntut penguatan sistem keamanan serta kolaborasi lintas sektoral di daerah.
  • Pemerintah daerah berupaya meningkatkan keamanan data dan edukasi publik melalui CSIRT serta optimalisasi fungsi Museum Sandi Yogyakarta.

Yogyakarta disebut memiliki posisi penting dalam sejarah tersebut. Di kawasan Kotabaru berdiri Museum Sandi yang hingga kini menjadi satu-satunya museum persandian di Indonesia. Museum ini menyimpan berbagai perangkat sandi, arsip komunikasi rahasia masa perjuangan, hingga metode enkripsi yang digunakan dalam menjaga komunikasi strategis negara.

Setyo mengatakan museum tersebut tidak hanya menyimpan sejarah. Tetapi juga menjadi sarana edukasi keamanan informasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang mengubah bentuk persandian dari sistem komunikasi radio pada masa awal kemerdekaan menjadi sistem keamanan berbasis siber. Namun nilai dasar persandian tetap sama, yakni menjaga kerahasiaan informasi negara.

"Perkembangan persandian sekarang lebih pada teknologinya. Dulu menggunakan radio, sekarang sudah berbasis siber. Tetapi semangat dan prinsip persandian tetap sama," jelasnya.

Ia menambahkan, pendiri persandian Indonesia pernah mengingatkan kelalaian satu orang saja dapat menyebabkan runtuhnya sebuah negara. Karena itu, selain teknologi, integritas sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan informasi.

Untuk itu di kawasan Kotabaru juga berdiri Monumen Sanapati yang dibangun untuk memperingati 50 tahun persandian Republik Indonesia dan diresmikan pada 4 April 1994. Monumen tersebut memiliki tiga pilar yang melambangkan tiga unsur penting dalam persandian, yakni manusia, perangkat lunak, dan perangkat keras.

Ketiga unsur tersebut hingga kini masih menjadi fondasi utama dalam sistem keamanan siber modern, yang dikenal dengan konsep people, process, and technology.

"Keberadaan Museum Sandi diharapkan tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami pentingnya keamanan informasi di era digital," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Proyek Tol Solo-Yogyakarta Dibuka untuk Jalur Fungsional, Cek Dulu Jadwalnya Sebelum Melintas

Load More