- Bea Cukai dan BAIS TNI mengungkap sindikat produksi pita cukai palsu di Semarang dan Jepara pada Selasa, 19 Mei 2026.
- Petugas mengamankan 19 orang serta menyita berbagai mesin cetak dan pita cukai ilegal dari total delapan lokasi penindakan.
- Pengungkapan sindikat yang beroperasi selama 18 bulan ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga mencapai Rp570 miliar rupiah.
SuaraJawaTengah.id - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng/DIY bersama BAIS TNI mengungkap sindikat produksi dan peredaran pita cukai palsu yang beroperasi di Semarang dan Jepara melalui operasi gabungan, Selasa (19/5/2026).
Tak tanggung-tanggung, hasil pengungkapan ini disebut berhasil mencegah potensi kerugian negara hingga Rp570 miliar akibat peredaran barang kena cukai ilegal.
Dalam operasi tersebut, petugas menindak lima lokasi di Jepara yang digunakan sebagai tempat penimbunan dan pelekatan hologram pita cukai palsu, serta tiga lokasi di Kecamatan Gunungpati, Semarang, yang diduga menjadi pusat percetakan pita cukai ilegal.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal dan melindungi penerimaan negara.
“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan komitmen dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal melalui pengungkapan sindikat produksi dan penimbunan pita cukai palsu di wilayah Jawa Tengah,” kata dia dalam pernyataan yang diterima, Kamis (21/5/2026).
Di Jepara, petugas mengamankan 71 koli pita cukai diduga palsu, tiga koli pita cukai yang belum dilengkapi hologram, serta dua unit mesin stamping foil. Sementara di Semarang, petugas menyita dua mesin cetak, plat cetak pita cukai, mesin pemotong kertas, 22 rol kertas, serta dokumen pemesanan pita cukai yang diduga palsu.
Selain itu, sebanyak 19 orang diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Rinciannya, 15 orang ditangkap di Jepara saat melakukan pelekatan hologram, sedangkan empat orang diamankan di Semarang, terdiri atas satu pengendali percetakan, dua karyawan, dan satu sopir berikut kendaraan operasional.
Djaka mengatakan, aparat masih mendalami pihak yang diduga menjadi pengendali utama sindikat tersebut.
“Untuk pengendalinya masih kita dalami. Kita tidak bisa menyebut siapa dalangnya ketika belum bisa dipastikan secara hukum. Namun, kami tidak akan berhenti pada pelaku yang ada di lapangan dan akan terus mengungkap sampai ke akar-akarnya,” katanya.
Baca Juga: Lagi, Bea Cukai Kudus Gagalkan Distribusi Rokok Ilegal di Jalur Pantura
Menurut dia, nilai kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp570 miliar dihitung berdasarkan estimasi aktivitas sindikat yang diduga telah berjalan sekitar 18 bulan.
“Kalau dihitung per lembarnya, jumlah pita cukai ini bisa mencapai jutaan keping dengan nilai yang sangat signifikan. Potensi kerugian itu dihitung dari estimasi operasi yang berlangsung hampir 18 bulan,” ujarnya.
Bea Cukai juga menduga adanya pola jaringan terpisah antara lokasi penyimpanan, percetakan, dan distribusi guna menghindari pengungkapan aparat.
“Tidak menutup kemungkinan ini merupakan modus menggunakan jaringan terputus. Kalau semuanya ditempatkan dalam satu lokasi, kegiatan tersebut akan lebih mudah diketahui,” tambahnya.
Djaka turut mengajak masyarakat ikut mengawasi peredaran barang kena cukai ilegal dengan melaporkan indikasi pelanggaran melalui kanal resmi Bea Cukai.
“Keberhasilan pengawasan dan penindakan tidak terlepas dari sinergi antarinstansi serta peran aktif masyarakat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR