- Warga negara asing bernama Li Xiangguang menabrak pengendara lokal di Jalan Raya Jepara-Bangsri pada 6 April 2026.
- Diduga mabuk, pengemudi melarikan diri hingga menabrak tiang listrik dan memicu amukan massa di Desa Krasak, Jepara.
- Polres Jepara telah mengamankan pelaku dan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut atas insiden kecelakaan tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jepara kembali menyita perhatian publik. Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengejaran hingga pengeroyokan terhadap seorang warga negara asing (WNA) viral di media sosial.
Kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ada unsur tabrak lari, dugaan pengemudi dalam kondisi tidak sadar, hingga reaksi emosional warga yang memuncak di lokasi kejadian. Berikut lima fakta penting yang perlu Anda ketahui sebagaimana dikutip dari berbagai sumber di YouTube.
1. Kronologi Awal: Tabrakan di Jalan Raya Jepara–Bangsri
Peristiwa bermula pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 22.15 WIB di ruas Jalan Raya Jepara–Bangsri.
Mobil yang dikemudikan oleh WNA bernama Li Xiangguang melaju dari arah Jepara Kota menuju Bangsri. Dalam perjalanan, mobil tersebut menabrak sepeda motor yang dikendarai seorang warga lokal.
Korban diketahui mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, kondisi motor mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
2. Diduga Mabuk, Pengemudi Melarikan Diri
Alih-alih berhenti dan bertanggung jawab, pengemudi mobil justru melanjutkan perjalanan.
Berdasarkan keterangan warga dan informasi yang beredar, pengemudi diduga berada dalam kondisi mabuk saat mengemudi. Hal ini terlihat dari cara berkendara yang ugal-ugalan dan tidak terkendali.
Baca Juga: Kerbau Bule Pikat Ribuan Warga: Lomban Syawalan Jepara 2026 Bangkitkan Ekonomi dan Lestarikan Budaya
Aksi kabur ini memicu kemarahan warga. Sejumlah orang yang menyaksikan kejadian langsung melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut.
3. Kejar-kejaran Berujung Kecelakaan Kedua
Pengejaran berlangsung cukup dramatis dari lokasi awal hingga ke wilayah Desa Krasak, Kecamatan Bangsri.
Dalam kondisi panik dan tetap melaju kencang, mobil yang dikendarai Li Xiangguang akhirnya kehilangan kendali. Kendaraan tersebut menabrak tiang listrik di tepi jalan.
Benturan ini membuat mobil berhenti total. Namun, situasi justru semakin memanas karena massa yang sejak awal mengejar langsung mendatangi lokasi.
4. Massa Emosi, Mobil Dirusak dan Pengemudi Diseret
Setelah mobil berhenti, warga yang sudah emosi meluapkan kemarahan.
Kaca mobil bagian depan dan belakang dipecahkan. Pengemudi kemudian ditarik keluar dari dalam kendaraan. Dalam video yang viral, terlihat jelas bagaimana Li Xiangguang menjadi sasaran amukan warga.
Beruntung, situasi tidak berujung fatal. Seorang warga berhasil mengamankan pengemudi dari potensi kekerasan yang lebih parah.
5. Polisi Turun Tangan, Pelaku Diamankan
Pihak kepolisian dari Polres Jepara segera mengambil tindakan setelah kejadian tersebut.
Kasatlantas AKP Rahandy Gusti Pradana menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan, kemudian berkembang menjadi pengejaran dan berujung pengeroyokan.
Saat ini, pengemudi WNA beserta barang bukti berupa mobil dan sepeda motor telah diamankan di Polres Jepara untuk proses lebih lanjut.
Diketahui, Li Xiangguang bekerja di sebuah perusahaan di Jepara, namun alamat izin tinggalnya tercatat di wilayah Tangerang, Banten.
6. Dampak dan Pelajaran dari Kejadian Ini
Kasus ini menyoroti beberapa hal penting yang tidak bisa diabaikan.
Pertama, tanggung jawab dalam berkendara adalah hal utama. Kecelakaan bisa terjadi, tetapi sikap setelah kejadian menentukan dampak berikutnya.
Kedua, reaksi massa yang emosional sering kali memperburuk situasi. Meski dipicu kemarahan, tindakan main hakim sendiri tetap berisiko tinggi.
Ketiga, pentingnya penegakan hukum yang cepat agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Peristiwa di Jepara ini menjadi pengingat bahwa satu keputusan di jalan bisa berdampak panjang. Dari kecelakaan, berubah menjadi pengejaran, hingga berujung aksi massa.
Bagi Anda, baik sebagai pengendara maupun masyarakat, kejadian ini bisa menjadi refleksi. Tertib berlalu lintas dan tetap tenang dalam situasi darurat adalah kunci untuk mencegah eskalasi yang tidak diinginkan.
Kasus ini kini ditangani pihak berwenang. Publik pun menunggu perkembangan selanjutnya, terutama terkait proses hukum terhadap pengemudi dan kondisi korban.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rob Kembali Mengintai Pantura Jateng, BMKG Minta Warga Pesisir Pekalongan Siaga Hadapi Pasang Laut
-
Ahmad Luthfi Gandeng Ribuan Mahasiswa untuk Perkuat Program Kecamatan Berdaya
-
Chandra Asri Group Jaring Talenta Muda Indonesia Lewat Chandra Asri ASPIRE GDP 2026
-
Wakil Ketua DPRD Jateng: BUMD Pangan Harus Putus Mata Rantai Keuntungan Tengkulak
-
Modal Jalan Kaki dan Incar Rumah Sepi, Pencuri Spesialis Sepeda di Sleman Diringkus Polisi