- Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat 2.188 kasus suspek campak selama periode Januari hingga 7 April 2026.
- Pemprov Jawa Tengah menggalakkan imunisasi massal dan deteksi dini secara masif di berbagai kabupaten dan kota.
- Gubernur Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat segera melengkapi vaksinasi anak serta menjaga pola hidup sehat guna pencegahan.
"Campak ini menjadi prioritas utama, termasuk penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) yang juga masuk prioritas nasional. Harapannya masyarakat sehat," papar Luthfi, menunjukkan komitmen Pemprov dalam menjaga kesehatan warganya secara holistik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo, menjelaskan bahwa kasus suspek campak memang banyak ditemukan pada anak-anak.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa orang dewasa dengan kondisi imunitas rendah juga berisiko terkena.
"Pencegahan paling penting imunisasi, terus kalau sakit pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Juga pola hidup sehat dan makanan yang meningkatkan imunitas," ujarnya, memberikan panduan komprehensif untuk pencegahan dan pengendalian.
Respons positif datang dari masyarakat. Salah seorang warga, Kiki Kumala, yang mengantar anaknya imunisasi di Puskesmas Klaten Tengah, menyatakan bahwa kegiatan imunisasi campak ini sangat penting bagi anak.
"Kita cuma bisa mendukung dan membantu program pemerintah yang ada, apalagi ini gratis atau tidak berbayar. Semoga ke depan lebih baik dalam mendukung kesehatan anak," katanya.
Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat seperti Kiki Kumala ini menjadi kunci keberhasilan program imunisasi dan deteksi dini yang digalakkan Pemprov Jateng. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan ancaman campak di Jawa Tengah dapat segera teratasi dan kesehatan anak-anak dapat terlindungi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal
-
Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030
-
Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak
-
Java United Butuh Dukungan di Jatidiri, Tiket Lawan Borneo FC Dipangkas Jadi Rp27 Ribu
-
Buntut Viral Video Penyalahgunaaan Narkoba, 125 Narapidana Rutan Depok Dipindah ke Nusakambangan