- Polisi menangkap kepala SMK di Brebes berinisial KH karena mendalangi praktik pengoplosan gas subsidi sejak Februari 2026.
- Pelaku memindahkan isi gas subsidi 3 kg ke tabung 12 kg di gudang sekolah guna meraih keuntungan pribadi.
- Praktik ilegal tersebut merugikan negara sebesar Rp802 juta dan kini pelaku terancam hukuman penjara hingga enam tahun.
SuaraJawaTengah.id - Kasus pengoplosan gas elpiji kembali menghebohkan publik. Kali ini, pelaku bukan orang biasa. Seorang oknum kepala SMK di Brebes berinisial KH (50) ditangkap polisi setelah diduga menjadi otak di balik praktik ilegal pengoplosan gas subsidi 3 kg ke tabung non-subsidi 12 kg.
Peristiwa ini langsung menjadi sorotan karena melibatkan institusi pendidikan. Tidak hanya itu, praktik tersebut juga menyalahgunakan barang subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Berikut 7 fakta lengkap yang mengungkap kasus ini secara lebih mendalam.
1. Terungkap dari Laporan Warga
Kasus ini bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas mencurigakan di sebuah gudang milik SMK di Brebes. Warga mencium adanya kegiatan yang tidak biasa, terutama terkait keluar masuknya tabung gas dalam jumlah besar. Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil pemantauan, aktivitas di lokasi tersebut memang mengarah pada dugaan praktik ilegal, hingga akhirnya diputuskan untuk melakukan penggerebekan.
2. Digerebek Saat Sedang Beraksi
Penggerebekan dilakukan pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di sebuah gudang di Dukuh Pesanggrahan, Desa Kretek, Brebes. Saat petugas tiba di lokasi, mereka mendapati seorang karyawan berinisial TR (46) tengah melakukan pemindahan isi gas.
Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa praktik pengoplosan memang sedang berlangsung. Proses tersebut dilakukan secara langsung di tempat, menggunakan alat yang telah disiapkan sebelumnya.
3. Modus Sederhana Tapi Berisiko Tinggi
Baca Juga: Viral Surat Sekolah di Brebes: Orang Tua Wajib Tanggung Risiko Anak Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Modus yang digunakan dalam praktik ini sebenarnya cukup sederhana, namun memiliki risiko besar. Pelaku memindahkan isi gas elpiji 3 kg yang merupakan barang subsidi ke dalam tabung 12 kg non-subsidi.
Proses ini dilakukan dengan menggunakan regulator ganda yang telah dimodifikasi. Selain melanggar hukum, metode ini juga sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan kebocoran gas hingga ledakan yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.
4. Kepala SMK Diduga Jadi Dalang
Dari hasil pemeriksaan awal, karyawan TR mengaku bahwa dirinya hanya menjalankan perintah dari KH, yang merupakan kepala SMK tersebut. Pengakuan ini mengarah pada dugaan kuat bahwa KH adalah otak utama di balik praktik ilegal tersebut.
Peran KH sebagai pimpinan justru dimanfaatkan untuk mengendalikan operasi ini. Fakta ini membuat kasus semakin serius, karena melibatkan penyalahgunaan jabatan di lingkungan pendidikan.
5. Gas Subsidi Dibeli Murah, Dijual Mahal
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sukses Berdayakan Ratusan Perempuan Lewat Program Bumi Kartini, Semen Gresik Sabet Penghargaan ESDM
-
Buru Lokasi BTS Lewat Aplikasi Peta di Wisata Guci Tegal, Komplotan Pencuri Kabel Optik Dibekuk
-
Polres Tegal Ungkap Jaringan Obat Keras Ilegal, 58 Ribu Butir Hexymer hingga Tramadol Disita
-
Hampir 9 Tahun Jadi Agen BRILink, Anik Selamatkan Nasabah dari Penipuan
-
Jelang Nataru, Gubernur Jateng Minta Polisi dan Jaksa Awasi Permainan Harga Pangan