- Seorang kru sound system asal Kediri meninggal dunia saat bertugas di acara karnaval Desa Bogotanjung, Pati, Sabtu 11 April 2026.
- Korban diduga meninggal akibat tersengat aliran listrik saat bekerja di tengah kondisi cuaca hujan deras pada malam hari.
- Insiden tersebut memicu perhatian luas di media sosial terkait pentingnya penerapan standar keselamatan kerja pada acara luar ruangan.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah insiden memilukan terjadi dalam acara karnaval di Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, pada Sabtu malam, 11 April 2026. Acara yang seharusnya menjadi hiburan warga justru berubah menjadi duka setelah seorang kru sound system dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik, terutama setelah video dan informasi terkait kejadian tersebut beredar luas di media sosial.
Berikut 5 fakta penting yang terungkap dari insiden tersebut.
1. Seorang Crew Sound System Meninggal Dunia Saat Acara Berlangsung
Korban diketahui merupakan bagian dari tim sound horeg yang sedang bertugas dalam acara karnaval tersebut.
Ia meninggal dunia saat masih menjalankan tanggung jawabnya di tengah berlangsungnya acara. Kabar ini menyebar cepat dan memicu keprihatinan dari berbagai pihak, terutama komunitas sound system yang mengenal risiko pekerjaan di lapangan.
Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil dan nyawanya tidak tertolong.
2. Diduga Tersengat Listrik di Tengah Kondisi Hujan
Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga tersengat aliran listrik saat sedang bekerja.
Baca Juga: 7 Fakta Kebakaran Dua Rumah di Pati, Ternyata Pelakunya Anak Korban
Kondisi cuaca yang hujan saat kejadian disebut menjadi faktor yang memperbesar risiko. Lingkungan yang basah dapat mempercepat hantaran listrik, sehingga meningkatkan potensi bahaya, terutama dalam penggunaan peralatan elektronik berdaya besar seperti sound system.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa faktor cuaca memiliki peran krusial dalam keselamatan kerja, terutama di acara luar ruangan.
3. Korban Merupakan Crew dari Kediri, Jawa Timur
Korban diketahui berasal dari Kediri dan tergabung dalam tim sound system bernama Starmax Audio.
Ia datang ke Pati sebagai bagian dari pekerjaan profesional dalam mendukung jalannya acara karnaval. Keberadaan tim sound horeg dari luar daerah memang umum dalam acara besar, karena kualitas dan pengalaman mereka.
Namun, insiden ini menunjukkan bahwa mobilitas kerja lintas daerah juga membawa risiko tersendiri jika tidak didukung dengan standar keamanan yang memadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
35 SD Negeri di Temanggung Sepi Peminat, Satu Sekolah Nihil Murid Baru
-
Akses Pupuk Bersubsidi Diklaim Makin Mudah, Penyaluran Capai 5,13 Juta Ton
-
BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
-
BRI Perkuat Kontribusi Fiskal, Pajak dan Dividen Capai Rp19,1 Triliun
-
Bersama Danantara, BRI Perkuat Kontribusi Pajak untuk Pembangunan Nasional