Budi Arista Romadhoni
Senin, 13 April 2026 | 19:19 WIB
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli Gayo di Pendopo Lodji Gandrung, Solo, Senin (13/4/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ketua TPPD Jawa Tengah, Zulkifli Gayo, mengimbau generasi muda agar tidak mudah terkecoh informasi sepihak di media sosial.
  • Kritik terhadap kinerja pemerintah daerah harus didasarkan pada data resmi dan analisis objektif, bukan sekadar isu viral.
  • Pemprov Jawa Tengah mencatat keberhasilan nyata dalam pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi, serta perbaikan infrastruktur jalan yang memadai.

Menurut dia, jalan provinsi di Jawa Tengah disebut telah mencapai tingkat kemantapan sekitar 94 persen, sementara persoalan di lapangan banyak berada pada ruas kabupaten/kota.

"Dengan memahami struktur kewenangan, masyarakat dinilai dapat menyampaikan kritik yang lebih tepat sasaran dan mendorong solusi yang sesuai," harap dia.

Zulkifli juga menilai banyak program pemerintah yang berdampak langsung ke masyarakat kurang mendapat perhatian karena kalah oleh isu viral di media sosial.

Ia menyebut sejumlah program seperti beasiswa, perbaikan rumah tidak layak huni, layanan dokter spesialis keliling, hingga program Kartu Zilenial untuk pemetaan minat dan pelatihan kerja anak muda.

Menurut dia, program Kartu Zilenial dirancang untuk mengatasi ketidaksesuaian antara bakat pemuda dengan pelatihan yang diikuti, sehingga penanganan pengangguran bisa lebih efektif.

Tidak hanya ekonomi, Zulkifli menegaskan kualitas tata kelola pemerintahan juga perlu menjadi perhatian publik. Ia menyebut Jawa Tengah memasukkan indeks integritas nasional sebagai indikator utama pembangunan daerah.

Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari kebersihan birokrasi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Di akhir penyampaiannya, Zulkifli mengajak mahasiswa dan pelajar membangun budaya berpikir kritis serta tidak reaktif terhadap setiap isu yang muncul di media sosial.

Ia menilai generasi muda harus berani memeriksa sumber data, membaca konteks, dan membedakan kritik substantif dengan sekadar sensasi digital.

Baca Juga: Viral Nenek Selamat di Zebra Cross Temanggung: 5 Fakta Insiden Rem Mendadak yang Picu Tabrakan

"Ruang publik dinilai akan lebih sehat dan diskusi kebijakan dapat benar-benar mendorong perbaikan pembangunan, bukan sekadar memperpanjang kegaduhan di dunia maya," jelas dia.

Selain, Zulkifli, dalam acara yang dibuka Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, Supriyanto dan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, juga mendatangkan sejumlah pemateri.

Mulai dari Ketua Komisi Kejaksaan RI, Prof. Pujiono Suwadi, Local Hero Solo yang juga Founder Dua Naga Corporation, Luki Adhi Sulaksono dan dari Bank Jateng Surakarta, Yusuf Triwiyadi Pramono.

Acara digelar Kejaksaan Negeri Surakarta, Pemkot Surakarta, Solusi Indonesia dan Bank Jateng Surakarta itu dihadiri seratusan anak muda. Mulai dari mahasiswa, siswa SMA hingga organisasi kampus hingga sekolah.

Load More