- Ketua IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa menyoroti perlunya pemerataan dokter spesialis guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.
- Pemerintah akan menerapkan sistem pendidikan berbasis rumah sakit sebagai suplemen untuk mempercepat produksi tenaga medis spesialis.
- Distribusi dokter spesialis yang merata di seluruh wilayah Indonesia diharapkan mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia dan kesejahteraan.
SuaraJawaTengah.id - Krisis tenaga dokter spesialis yang belum merata di seluruh Indonesia menjadi perhatian serius Ketua Umum IKA Universitas Airlangga (UNAIR), Khofifah Indar Parawansa. Ia menyoroti pentingnya terobosan dalam sistem pendidikan kedokteran sebagai salah satu kunci untuk mengatasi persoalan tersebut.
Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 ini menilai, penguatan kembali pendekatan pendidikan berbasis rumah sakit atau hospital based dapat menjadi formula ampuh untuk mempercepat produksi dokter spesialis yang siap diterjunkan ke berbagai daerah.
Hal ini disampaikannya saat melantik Pengurus Wilayah IKA UNAIR Jawa Tengah di UTC Convention Hotel, Semarang, Sabtu (11/4/2026). Momen ini menjadi strategis lantaran mayoritas pengurus yang dilantik berprofesi sebagai tenaga medis.
Khofifah menjelaskan evolusi sistem pendidikan kedokteran di Indonesia yang perlu dicarikan titik keseimbangan barunya untuk menjawab tantangan zaman.
"Pendidikan kesehatan negeri ini mengawali hospital based kemudian berubah university based. Namun tidak mudah mengambil keputusan antara hospital based dan university based dan saat ini Pemerintah melalui Kemenkes akan menambah formula hospital based tanpa mengurangi porsi university based," jelas Khofifah dalam sambutannya.
Menurutnya, langkah ini bukan untuk menegasikan sistem university based yang sudah berjalan, melainkan sebagai suplemen strategis untuk mengisi kekosongan dokter spesialis, khususnya di wilayah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi).
Ia mencontohkan betapa timpangnya distribusi tenaga kesehatan saat ini. Masih banyak daerah di luar Pulau Jawa yang bahkan tidak memiliki satu pun dokter untuk spesialisasi tertentu, seperti jantung atau bedah saraf. Kondisi ini secara langsung berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut.
"Ada standar yang disepakati bagaimana mengukur IPM dengan melihat peta distribusi layanan berkualitas terutama hadirnya para dokter spesialis di berbagai titik terutama di daerah 4T yang selama ini mengalami kesenjangan layanan kesehatan," tegasnya.
Lebih jauh, Khofifah mengaitkan isu pemerataan kesehatan ini dengan ketahanan nasional. Menurutnya, sebuah negara yang kuat dibangun oleh sumber daya manusia yang unggul. SDM yang unggul tidak hanya lahir dari pendidikan yang baik, tetapi juga dari jaminan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Baca Juga: Unik! Pedagang Es Teller di Pekalongan Pakai Daun Pisang Imbas Harga Plastik Naik, Ini 5 Faktanya
Akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, kata dia, akan berdampak langsung pada produktivitas masyarakat, yang pada akhirnya turut menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
"Mengawal NKRI dengan beragam cara akan menjadi pagar NKRI bahwa IPM mendapat perhatian karena pendidkan, kesehatan dan kesejahteraan bagus sehingga menurunkan kemiskinan dan pengangguran," terangnya.
Oleh karena itu, ia mendorong agar keseimbangan antara dua pendekatan pendidikan medis ini terus dijaga, sehingga tujuan utama untuk melahirkan tenaga medis yang kompeten dan tersebar merata bisa tercapai.
"Pentingnya menjaga keseimbangan antara hospital based dan university based untuk melahirkan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas dan dirasakan secara merata," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School