Budi Arista Romadhoni
Kamis, 23 April 2026 | 10:23 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan lebat di wilayah Jawa Tengah selatan pada akhir April 2026.
  • Potensi hujan lebat tersebar di beberapa kabupaten seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen pada tanggal 23-26 April 2026.
  • Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi bencana di daerah rawan.

SuaraJawaTengah.id - Masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi menjelang akhir April 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini serius terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih akan mengguyur sejumlah titik rawan.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menegaskan bahwa ancaman ini nyata.

Imbauan tersebut didasarkan pada surat peringatan dini cuaca dan iklim Nomor e.B/KL.00.02/011/KBB2/IV/2026 tertanggal 20 April 2026 yang dirilis Balai Besar Wilayah II.

"Berdasarkan surat tersebut, seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini masih berada pada periode musim hujan sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," katanya dikutip dari ANTARA di Cilacap, Kamis (23/4/2026).

BMKG memetakan pergerakan hujan lebat tersebut secara rinci. Pada 23 April 2026, potensi hujan lebat terkonsentrasi di Kabupaten Cilacap bagian barat, mencakup kecamatan Dayeuhluhur, Kedungreja, Kawunganten, Gandrungmangu, Sidareja, Majenang, Wanareja, Cipari, Patimuan, Bantarsari, dan Kampung Laut.

Wilayah lain yang juga harus siaga pada tanggal tersebut adalah Kabupaten Banyumas (Sumbang, Baturraden, Kedungbanteng) serta sejumlah kecamatan di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.

Ilustrasi petir menyambar-nyambar saat cuaca ekstrem. 

Ancaman belum berakhir di situ. Pada periode 24-26 April 2026, fokus hujan lebat bergeser ke wilayah Kabupaten Cilacap bagian tengah hingga timur, meliputi Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, Kroya, Maos, Jeruklegi, Sampang, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara.

Baca Juga: Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang

Hujan deras juga mengancam sebagian wilayah Kabupaten Banyumas (Kemranjen, Sumpiuh, Tambak) dan sebagian Kabupaten Kebumen (Ayah dan Rowokele). Intensitas hujan baru diprakirakan menurun pada periode 27-30 April 2026 di mana tidak terdapat prediksi hujan lebat.

Teguh menekankan bahwa kondisi tanah yang sudah basah akibat hujan sebelumnya, ditambah guyuran hujan lebat baru, sangat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Daerah perbukitan dan kawasan dengan sistem drainase buruk menjadi titik paling rentan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana di Jateng selatan, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG," katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat segera melakukan langkah mitigasi konkret guna meminimalkan dampak bencana. Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca terkini hingga tingkat kecamatan melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG. Di sisi lain, BMKG memastikan tidak ada peringatan dini kekeringan meteorologis pada periode ini.

Load More