- Belasan warga Blora melaporkan aplikasi investasi Snapboost ke pihak kepolisian atas dugaan penipuan berkedok keuntungan investasi fantastis.
- Satreskrim Polres Blora mencatat 17 korban mengalami kerugian total mencapai Rp332 juta akibat aplikasi yang tidak bisa diakses.
- Polisi sedang mendalami dugaan keterlibatan oknum guru dan berkoordinasi dengan tim cyber crime Polda Jawa Tengah dalam penyelidikan.
SuaraJawaTengah.id - Mimpi untuk memperbaiki nasib ekonomi secara instan berubah menjadi mimpi buruk bagi belasan warga di Blora, Jawa Tengah.
Sebuah aplikasi investasi bernama "snapboost" yang menjanjikan keuntungan fantastis hingga 100 persen dalam waktu singkat, kini berujung pada laporan polisi dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kasus ini menjadi semakin pelik karena diduga menyeret nama seorang oknum pendidik.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora telah bergerak cepat, mulai mendalami laporan dugaan penipuan berkedok investasi digital ini.
Hingga kini, pintu pengaduan terus didatangi para korban yang merasa tertipu.
"Saat ini kami menerima laporan dari 17 korban yang sebelumnya datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk mengadukan kasus tersebut. Kami juga melakukan klarifikasi terhadap para korban yang melapor ke SPKT Polres Blora," kata Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, dikutip dari ANTARA di Blora, Senin (21/4/2026).
Dari data sementara yang dihimpun penyidik, angka kerugian tidak bisa dianggap remeh.
"Dari jumlah korban yang melapor tersebut, kata dia, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp332 juta, dengan nominal yang bervariasi untuk setiap korbannya."
Bahkan, menurut AKP Zaenul Arifin, ada korban yang kehilangan uang hingga Rp100 jutaan.
Baca Juga: Duh! Guru dan Murid di Blora Jadi Korban Investasi Bodong, Ini 7 Faktanya
Peran Oknum Guru dan Koordinasi Tim Cyber Crime
Fakta yang paling mengejutkan dari kasus ini adalah dugaan keterlibatan seorang figur yang seharusnya menjadi panutan.
"Kasus ini juga diduga menyeret nama seorang oknum guru di salah satu SMA di Kabupaten Blora."
Meski demikian, polisi menegaskan tidak akan gegabah dan masih bekerja intensif untuk membuktikan dugaan tersebut.
"Meski demikian, polisi menegaskan masih melakukan pendalaman untuk memastikan peran yang bersangkutan," tambah Kasat Reskrim.
Untuk mempercepat pengungkapan, Polres Blora tidak bekerja sendiri. Mereka telah menggandeng tim ahli dari tingkat provinsi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin