- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong penguatan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan secara berkelanjutan bagi masyarakat.
- Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendukung kesejahteraan nelayan dan ekonomi lokal di Cilacap.
- Sinergi pemerintah dan masyarakat diperlukan agar gerakan ini berdampak nyata terhadap kesehatan serta daya saing sumber daya manusia.
SuaraJawaTengah.id - Gerakan memasyarakatkan konsumsi ikan perlu terus diperkuat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, daerah dengan potensi perikanan besar seperti Kabupaten Cilacap memiliki modal kuat untuk menjadikan konsumsi ikan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
"Selama ini pemerintah memiliki program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), kita tentu ingin ini terus dikuatkan secara berkelanjutan," ungkapnya.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif, program ini tidak hanya penting untuk mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi, khususnya bagi generasi muda.
“Program ini bukan sekadar ajakan untuk mengonsumsi ikan, tetapi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung mencontohkan, Kabupaten Cilacap memiliki potensi perikanan yang besar dan perlu dikelola secara optimal agar memberi manfaat ganda, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi penguatan ekonomi lokal.
"Karena itu, gerakan ini harus terus didorong secara konsisten agar tidak hanya berdampak pada peningkatan konsumsi protein masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan rantai ekonomi perikanan dari hulu hingga hilir," sebut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Cilacap dan Banyumas ini.
Kakung menambahkan, penguatan konsumsi ikan perlu menjadi bagian dari kebijakan pembangunan pangan dan gizi daerah.
"Selain memperbaiki kualitas asupan masyarakat, langkah tersebut juga akan mampu menciptakan pasar yang lebih kuat bagi hasil tangkapan nelayan lokal," terang Kakung.
Baca Juga: Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan
Dia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkelanjutan dan memberi dampak nyata.
"Harus benar-benar menjadi langkah konkret untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir,” tegas Kakung.
Kakung pun berharap gerakan gemar makan ikan dapat terus diperluas dan menjadi bagian dari budaya konsumsi masyarakat.
"Sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi daerah berbasis sektor perikanan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG
-
Baru Masuk Masa Transisi, TPA Putri Cempo Kembali Terbakar, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Komisi Yudisial Dorong Penguatan Kewenangan dan Kelembagaan dalam Revisi UU KY
-
Tanpa Penonton Bukan Masalah, Kendal Tornado FC Siap Hadapi Barito Putera