- Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mengonfirmasi perluasan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis ke MTs Mambaul Ulum Gembong pada 10 September 2026.
- Total korban bergejala keracunan dari berbagai sekolah di Kecamatan Gembong tersebut melonjak menjadi 265 orang akibat mengeluhkan sakit perut dan diare.
- Sebanyak 54 pasien memerlukan perawatan rawat inap di beberapa rumah sakit, sedangkan 138 korban lainnya menjalani pengobatan sebagai pasien rawat jalan.
SuaraJawaTengah.id - Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong meluas ke sekolah lain. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mambaul Ulum Gembong giliran kena dampak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengonfirmasi adanya tambahan satu sekolah, setelah dua sekolah yang sebelumnya dilaporkan, yakni Sekolah Menengah Pertama Neger (SMPN) 1 Gembong dan MTsN 3 Pati.
Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo menyampaikan bahwa berdasarkan pemutakhiran data hingga Kamis, 10 September 2026 pukul 11.00 WIB, total korban bergejala keracunan kini melonjak menjadi 265 orang.
Kendati demikian, pihak Dinkes Kabupate Pati merinci secara spesifik berapa jumlah siswa dari MTs Mambaul Ulum Gembong yang masuk dalam daftar korban tersebut. Seiring bertambahnya warga sekolah yang mengeluhkan sakit perut dan diare, jumlah pasien yang memerlukan perawatan intensif atau rawat inap juga meningkat menjadi 54 orang.
"Pasien rawat inap tersebut dirawat di RSUD Soewondo sebanyak 23 orang, RS KSH sebanyak 18 orang, RS Mitra Bangsa sebanyak 12 orang, dan RS Fastabiq Sehat sebanyak 1 orang," urai Luky.
Sementara, jumlah korban yang menjalani rawat jalan tercatat sebanyak 138 orang.
Pasien rawat jalan terbanyak ditangani oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo yakni mencapai 104 orang, diikuti RS Mitra Bangsa sebanyak 31 orang, dan Pusat Kesehatan Masyaraka (Puskesmas) Gembong sebanyak 3 orang.
Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Pati bersama jajaran terkait terus bersiaga dan memperbarui pendataan korban, serta mengawal penanganan medis bagi para siswa dan guru yang terdampak.
Kontributor: Tri Singgih
Baca Juga: Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur dan Minim Sinyal, Kepala Unit BRI Temui Pelaku UMKM
-
Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Pati Meluas, Tiga Sekolah Terdampak
-
Perkuat Investasi Berbasis ESG, DPLK BRI Sabet Kehati ESG Award 2026
-
Korban Keracunan MBG di Pati Kian Bertambah, Jumlah Tembus 259 Orang
-
Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium