- DPRD Jateng meminta pengelola wisata memastikan fasilitas dan layanan siap saat libur sekolah.
- Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama destinasi.
- Pelatihan dan sertifikasi SDM wisata dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan.
SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta seluruh pengelola destinasi wisata di provinsi ini meningkatkan kesiapan menjelang periode libur sekolah.
Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, masa liburan sekolah diperkirakan akan mendorong lonjakan pergerakan wisatawan di berbagai daerah
"Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan," ungkap Sarif.
Atas dasar itu, lanjut Kakung, seluruh pengelola destinasi diharapkan memastikan fasilitas dan layanan berada dalam kondisi optimal sebelum menerima lonjakan kunjungan wisatawan.
"Libur sekolah tidak hanya harus dipandang sebagai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi dalam mewujudkan pariwisata Jawa Tengah yang berkualitas dan berkelanjutan," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kesiapan tersebut, jelas Kakung, mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah.
"Termasuk tentunya, kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman," jelasnya.
Kakung berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas.
"Sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang serta membawa kesan positif terhadap pariwisata di provinsi ini," terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
Untuk memperkuat aspek keselamatan wisata, kata Kakung, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota perlu menyiapkan berbagai program pelatihan bagi pelaku industri pariwisata, khususnya pada aktivitas berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, hingga snorkeling.
"Pelatihan ini bisa dilakukan bersama asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi," katanya.
Sejauh ini, terang Kakung, dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengatur standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi.
"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan," tandas Kakung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama