- Aliansi mahasiswa Semarang menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernuran pada Senin, 15 Juni 2026 untuk memprotes kebijakan pusat.
- Massa aksi menyuarakan lima tuntutan rakyat terkait ekonomi dan reformasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta Gibran Rakabuming Raka.
- Aksi sempat diwarnai kericuhan saat aparat kepolisian menyemprotkan air menggunakan water canon untuk memadamkan pembakaran ban oleh mahasiswa.
5. Hapus dan hentikan praktik KKN di kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Prosesi pembakaran ban dan jelangkung tadi adalah simbol bahwasanya kita memang sedang marah. Kita sudah konsolidasi berkali-kali, tapi tidak ada satu pun aksi yang ditemui dan ditindaklanjuti secara konkret. Kami ingin menarik atensi masyarakat bahwa Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja," tegas Septia.
Soroti Harga BBM, UU Polri, hingga Koperasi Desa Merah Putih
Dalam orasinya, Septia mengkritik keras harga BBM nonsubsidi yang tak kunjung turun meski harga minyak dunia melandai. Kondisi ini dinilai mencekik masyarakat dan memicu antrean panjang akibat pengguna Pertamax bermigrasi ke Pertalite.
Selain masalah perut, mahasiswa juga menyoroti pengesahan UU Polri yang dinilai memberikan karpet merah bagi aparat kepolisian untuk menduduki jabatan sipil.
"Tugas Polri itu mengayomi masyarakat. Kenapa sekarang malah merebut apa yang menjadi hak masyarakat umum? Ini mempersempit ruang kerja sipil dan bertentangan dengan janji pemerintah yang katanya mau membuka jutaan lapangan kerja. Kami rasa perlu ada judicial review," cetus Septia.
Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pun tak luput dari sasaran kritik. Mahasiswa menilai program tersebut dipaksakan tanpa melihat penolakan di akar rumput.
"Bagus programnya kalau benar-benar memutar ekonomi, tapi nyatanya tidak seperti itu. Koperasi Desa Merah Putih ini sama sekali tidak menggambarkan prinsip koperasi yang sesungguhnya. Jangan dipaksakan kalau rakyat menolak," pungkasnya.
Sebelum mengepung kantor Gubernuran, massa aksi diketahui sempat melakukan long march dan berorasi di Tugu Muda serta area Pertamina guna memantik kesadaran masyarakat Semarang agar berani menyuarakan hak-hak mereka yang tercekik kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Dari Kebocoran hingga Kapal Terbakar: Pertamina Simulasi Keadaan Darurat di Pesisir Semarang
Kontributor: Ilma Latif
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRI Permudah Investasi Emas, Fitur Toggle BRImo Mulai dari Rp10.000
-
Ketegangan di Semarang: Mahasiswa Bakar Jelangkung dan Ban, Desak Reformasi Pemerintahan Prabowo
-
Jambore HR 2026, Mengedepankan Fun Learning melalui Experience Based Program
-
Jual-Beli Jabatan Terbongkar, Sudewo Didakwa Raup Rp2,4 Miliar dari Seleksi Perangkat Desa
-
Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Kreativitas, Literasi Digital, dan Peduli Lingkungan di SDN Padangsari