- Kemenekraf, Indosat, dan Adobe berkolaborasi meluncurkan program pengembangan keterampilan digital bagi kreator untuk meningkatkan nilai ekonomi kreatif nasional.
- Adobe menjadikan Indonesia negara pertama peluncuran program monetisasi karya berbasis Adobe Express bagi desainer, pelajar, serta pelaku UMKM.
- Program ini memberikan akses premium Adobe Express dan pelatihan digital untuk menjangkau 15.000 anak muda melalui platform GENSi.
SuaraJawaTengah.id - Peluang ekonomi bagi kreator digital Indonesia semakin terbuka lebar. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe berkolaborasi menghadirkan program yang tidak hanya mengajarkan keterampilan digital, tetapi juga membuka jalan bagi kreator untuk memperoleh penghasilan langsung dari karya mereka.
Kolaborasi strategis tersebut menjadi langkah baru dalam mendorong ekonomi kreatif nasional, di tengah meningkatnya jumlah masyarakat yang sudah terhubung dengan teknologi digital namun belum sepenuhnya mampu mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, tantangan Indonesia saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses teknologi, melainkan memastikan kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi kekayaan intelektual dan peluang usaha yang berkelanjutan.
“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya,” ujarnya.
Salah satu program paling menonjol dalam kerja sama tersebut adalah keputusan Adobe menjadikan Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator berbasis Adobe Express.
Melalui program itu, kreator Indonesia dapat memperoleh penghasilan dari template desain yang mereka buat dan dipublikasikan melalui platform Adobe Express. Langkah tersebut menjadi peluang baru bagi desainer, content creator, pelajar, mahasiswa hingga pelaku UMKM untuk menghasilkan pendapatan dari karya digital mereka.
President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, mengatakan Indonesia memiliki komunitas kreatif yang sangat potensial dan layak mendapatkan akses lebih luas terhadap teknologi kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,” katanya.
Selain monetisasi, Adobe bersama Indosat juga memberikan akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan bagi pelanggan Indosat. Program tersebut dilengkapi dengan materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Baca Juga: Sambut Pergantian Tahun, Indosat Siapkan Jaringan 5G Terluas di Semarang, dan Pacu Ekonomi Digital
Melalui platform itu, peserta dapat mempelajari berbagai keterampilan digital seperti desain grafis, storytelling digital, komunikasi visual, hingga pemanfaatan AI dalam produksi konten kreatif.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menilai generasi muda Indonesia sebenarnya memiliki kreativitas dan ide yang melimpah. Namun mereka masih membutuhkan akses terhadap perangkat, keterampilan, dan peluang agar dapat berkembang secara maksimal.
“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut juga terhubung dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang digagas Kemenekraf.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas literasi ekonomi kreatif, memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI, sekaligus membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat di sekolah dan perguruan tinggi.
Indosat melalui platform GENSi (Generasi Terkoneksi) juga menargetkan menjangkau sedikitnya 15.000 anak muda Indonesia sepanjang tahun ini. Mereka akan dibekali keterampilan digital, pemahaman ekonomi kreatif, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang usaha baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
Terkini
-
Jawa Tengah Sabet Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026, Inilah Strateginya
-
Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang, RS Sampai Penuh
-
Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan
-
BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas
-
Awas Konflik Agraria! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Sertifikasi Lahan Sawah