Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:12 WIB
Ilustrasi penumpang pesawat tengah memesan layanan Grab Advance Booking. (Dok: Grab)

SuaraJawaTengah.id - Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Semarang tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pusat mobilitas penting di Jawa Tengah. Selain menjadi simpul utama Jalur Pantura dan Tol Trans Jawa, Semarang juga menjadi salah satu pintu masuk utama ke Jawa Tengah melalui jalur udara.

Peran strategis ini membuat Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang semakin ramai melayani mobilitas masyarakat maupun wisatawan. Setelah kembali melayani penerbangan internasional pada pertengahan 2025, aktivitas bandara ini pun terus meningkat. Merujuk pada data PT Angkasa Pura Indonesia, Bandara Ahmad Yani melayani 20.425 penerbangan dengan total lebih dari 2,36 juta penumpang sepanjang 2025. Jumlah penumpang tersebut tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pergerakan pesawat naik 11% secara tahunan.

Di sisi lain, Semarang merupakan kawasan metropolitan dengan lalu lintas yang cukup dinamis. Kota ini dilalui Jalur Pantura yang padat dengan kendaraan logistik, sekaligus menjadi salah satu titik akses penting menuju dan dari Tol Trans Jawa. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju Bandara Ahmad Yani perlu diperhitungkan dengan cermat, terutama pada jam sibuk, akhir pekan, atau musim liburan.

Meski jarak bandara dari pusat kota tidak terlalu jauh, waktu tempuh dapat berubah tergantung kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas utama. Sebagai contoh, perjalanan mobil dari kawasan Simpang Lima menuju Bandara Ahmad Yani dalam kondisi normal dapat ditempuh sekitar 17 menit. Namun, pada jam sibuk, durasi perjalanan berisiko bertambah hingga sekitar 40 menit atau lebih, tergantung kondisi lalu lintas.

Bagi masyarakat maupun pelancong yang berada di pusat kota, seperti kawasan Simpang Lima, terdapat beberapa pilihan transportasi menuju Bandara Ahmad Yani. Salah satu opsi yang tersedia adalah Bus Rapid Transit atau BRT Trans Semarang, yang melayani sejumlah koridor menuju area bandara.

Untuk menuju bandara, penumpang dapat menggunakan BRT Koridor V dengan rute Meteseh–Simpang Lima–Bandara Jenderal Ahmad Yani–PRPP, atau Koridor Bandara dengan rute Bandara Jenderal Ahmad Yani–Simpang Lima.
Namun, penumpang perlu menyesuaikan waktu perjalanan dengan jam operasional bus. Koridor V beroperasi dari pagi hingga sore, sekitar pukul 05.30–18.30 WIB, sementara Koridor Bandara melayani perjalanan pada pukul 18.00–24.00 WIB.

Selain itu, durasi perjalanan menggunakan transportasi umum dapat menjadi lebih panjang karena bus perlu berhenti di sejumlah halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Dari titik seperti Simpang Lima menuju Bandara Ahmad Yani, waktu tempuh dapat mencapai sekitar 55 menit, meski jaraknya hanya sekitar 8 kilometer. Pada jam sibuk atau saat lalu lintas padat, durasi perjalanan berpotensi lebih lama.

Keterbatasan ruang di transportasi umum juga bisa menjadi pertimbangan bagi penumpang yang membawa banyak barang, bepergian bersama rombongan, atau mengejar jadwal penerbangan pada jam-jam ramai. Dalam kondisi seperti ini, transportasi yang lebih fleksibel dan dapat dipesan sesuai kebutuhan menjadi pilihan yang semakin relevan.

Alternatif lainnya adalah taksi bandara atau layanan antar-jemput yang dapat memberikan perjalanan langsung menuju bandara. Namun, pada periode liburan atau saat permintaan meningkat, ketersediaan armada tetap perlu diperhitungkan agar perjalanan menuju bandara tidak dilakukan terlalu mendadak.
Untungnya, sekarang ada Grab yang siap menyediakan layanan transportasi andalan menuju Bandara Semarang dengan jaminan ketepatan waktu yang lebih pasti.

Baca Juga: Ketegangan di Semarang: Mahasiswa Bakar Jelangkung dan Ban, Desak Reformasi Pemerintahan Prabowo

Naik GrabCar ke Bandara Semarang, #JaminanOnTime Kejar Pesawat

Penumpang bisa memperoleh jaminan tepat waktu tiba di Bandara Ahmad Yani dengan mengakses fitur Grab Advance Booking yang sudah tersedia di Semarang.

Fitur yang berlaku untuk semua jenis layanan GrabCar ini baru dirilis di beberapa kota. Selain Semarang, fitur yang sama juga bisa diakses di empat kota lainnya untuk perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara YIA (Yogyakarta), Bandara Ngurah Rai (Bali), dan Bandara Kualanamu (Medan).

Fitur ini memastikan Mitra Pengemudi Grab tiba sekitar 15 menit lebih awal dari jadwal penjemputan. Waktu cadangan ini disediakan untuk mengurangi risiko penumpang telat sampai ke bandara akibat kendala lalu lintas.

Selain kepastian waktu penjemputan, keunggulan lain dari fitur Grab Advance Booking adalah pemesanan bisa dilakukan jauh-jauh hari. Penumpang dapat membuat rencana perjalanan dengan memesan layanan ini mulai dari 90 hari hingga 75 menit sebelum keberangkatan.

Fitur ini juga membantu penumpang mengetahui tarif sejak awal saat pemesanan. Dengan begitu, pengguna dapat mempersiapkan perjalanan menuju Bandara Ahmad Yani dengan lebih jelas dan terencana.

Load More