Budi Arista Romadhoni
Senin, 29 Juni 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi pembunuhan (unsplash)
Baca 10 detik
  • Seorang pemilik bengkel berusia 67 tahun ditemukan tewas dengan luka tidak wajar di rumahnya, Purwokerto Timur, Sabtu (27/6/2026).
  • Warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setelah istri korban melarang pelaporan dan meminta jenazah segera dimakamkan.
  • Polresta Banyumas kini menyelidiki dugaan pembunuhan berdasarkan temuan luka jeratan serta memar pada tubuh korban saat olah TKP.

SuaraJawaTengah.id - Kematian seorang pemilik bengkel sepeda motor berinisial EM (67) di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, menyisakan banyak tanda tanya.

Warga yang awalnya mengira korban meninggal secara wajar justru mulai curiga setelah melihat adanya luka-luka pada tubuh korban dan mendengar permintaan istri korban agar kematian tersebut tidak dilaporkan kepada polisi.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (27/6/2026) dini hari itu kini ditangani Polresta Banyumas sebagai dugaan tindak pembunuhan. Polisi masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Korban diketahui tinggal berdua bersama istrinya di rumah yang sekaligus digunakan sebagai bengkel sepeda motor.

Dikutip dari Ayosemarang.com, Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim, mengaku menerima kabar meninggalnya korban sekitar pukul 02.00 WIB. Saat tiba di lokasi, warga memilih tidak langsung menyentuh jenazah karena merasa ada kejanggalan.

"Saya dibangunin terus langsung ke lokasi. Tapi tidak ada warga yang berani masuk, akhirnya kami lihat dari luar dulu, terus masuk difoto (jasadnya), tidak ada yang berani pegang," tuturnya pada Senin (29/6/2026).

Saat itu, jasad korban sudah berada di dalam kamar dan ditutupi kain.

Namun, kondisi fisik korban justru memunculkan kecurigaan. Warga melihat adanya luka memar di bagian kepala serta darah yang keluar dari telinga korban. Temuan tersebut membuat dugaan bahwa korban tidak meninggal secara alami semakin menguat.

Kecurigaan warga semakin bertambah setelah istri korban meminta agar peristiwa tersebut tidak dilaporkan kepada aparat kepolisian. Ia bahkan meminta agar jenazah segera dimandikan dan dimakamkan.

Baca Juga: IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah

"Istrinya sempat bilang ke tetangga dan saya, minta jangan lapor polisi. Dia bilang agar cepat dimandikan dan dikubur. Jangan sampai tahu polisi, nanti urusannya panjang," katanya.

Merasa ada kejanggalan, warga akhirnya mengambil keputusan sendiri dengan menghubungi pihak kepolisian tanpa sepengetahuan istri korban. Tak lama kemudian, petugas datang ke lokasi, memasang garis polisi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi mengatakan penyidik saat ini masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memeriksa istri korban dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

"Kami sedang melakukan penyelidikan terkait dengan temuan jasad tersebut. Kami periksa sejumlah saksi, termasuk istri korban, kemudian kami juga periksa CCTV sekitar," ujarnya.

Hasil pemeriksaan awal memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan. Tim medis menemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang dinilai tidak wajar.

"Dari sisi fisik luar, terdapat bekas jeratan di leher. Kemudian ada lebam di wajah sebelah kanan dan juga mengeluarkan darah. Kami menduga kematian korban disebabkan kekerasan atau pembunuhan," pungkasnya.

Load More