- Pameran buku internasional Big Bad Wolf resmi dibuka di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Semarang, Kamis (9/7/2026).
- Acara tersebut menghadirkan lebih dari satu juta koleksi buku internasional dan nasional dari berbagai genre bagi para pengunjung.
- Tingginya antusiasme warga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan pameran serta mendorong aktivitas ekonomi di Queen City Mall selama liburan.
SuaraJawaTengah.id - Antusiasme warga menyambut kembalinya pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) di Kota Semarang terlihat sejak hari pertama pembukaan. Bahkan, pengunjung sudah mulai mengantre sejak pukul 08.00 WIB, satu jam sebelum acara resmi dibuka pada Kamis (9/7/2026).
Gelaran yang berlangsung di The Suri Ballroom, Queen City Mall itu langsung dipadati pemburu buku dari berbagai kalangan, memanfaatkan momentum libur sekolah sekaligus berburu jutaan buku dengan beragam pilihan.
Country Director Big Bad Wolf Indonesia, Marthinus Wandi Budianto, mengaku terkejut melihat tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, antrean sudah terbentuk sejak pagi, bahkan sebelum pintu masuk dibuka.
"Saya kaget, mulai jam 08.00 WIB sudah ada yang mengantre. Suasananya seperti mau masuk konser," ujarnya.
Ia menilai tingginya minat masyarakat menjadi sinyal positif atas kembalinya Big Bad Wolf ke Semarang setelah terakhir digelar pada 2023.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Big Bad Wolf menghadirkan lebih dari satu juta buku internasional hasil kerja sama dengan 151 penerbit dari Eropa dan Asia, serta sekitar 50 penerbit nasional. Koleksi yang ditawarkan mencakup berbagai genre, mulai dari buku anak, fiksi, bisnis, hingga pengembangan diri.
Menurut Wandi, buku anak-anak diperkirakan kembali menjadi kategori yang paling banyak diburu karena jumlah koleksinya paling besar. Selain itu, buku-buku nonfiksi bertema bisnis dan self-help juga konsisten menjadi favorit pengunjung.
"Kalau melihat tren selama ini, buku anak-anak memang paling banyak dicari. Setelah itu buku bisnis dan self-help juga selalu menjadi penjualan tertinggi," katanya.
Sementara itu, General Manager Queen City Mall & Property, Tri Budi Suharyono, mengatakan lokasi penyelenggaraan tahun ini dipindahkan ke The Suri Ballroom agar pengunjung dapat berbelanja dengan lebih nyaman.
Baca Juga: Widodo Buka Jalan Talenta Lokal ke Tim Utama PSIS,8 Pemain Berpeluang Direkrut
Menurut dia, ballroom tersebut mampu menampung lebih dari 1.500 orang, sementara kapasitas ideal saat pameran berlangsung sekitar 1.000 pengunjung dalam waktu bersamaan. Area tersebut juga didukung lahan parkir yang mampu menampung lebih dari seribu kendaraan roda empat.
"Kami ingin pengunjung bisa memilih buku dengan nyaman, tidak berdesakan. Setelah itu mereka juga bisa menikmati fasilitas lain di mal, seperti kuliner maupun berbelanja," ujarnya.
Tri berharap penyelenggaraan Big Bad Wolf tidak hanya meningkatkan kunjungan ke pameran buku, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di Queen City Mall selama masa liburan sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat
-
Evaluasi MBG, Hentikan KDMP! Teriakan Mahasiswa Menggelegar di Tugu Muda Semarang
-
Dari Sofifi, BRI Dorong UMKM dan Potensi Desa Lewat Semarak Merah Putih
-
Rektor Unsoed Tersandung Kasus Korupsi, Pengamat Desak Evaluasi Sistem Pendidikan
-
Massa Aksi Mahasiswa Memanas Saat Dihadang Menuju Titik Aksi Tugu Muda Semarang