Budi Arista Romadhoni
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:45 WIB
Psikolog SCU Christa Vidia Rana Abimanyu, pada acara talkshow bersama Detasemen Khusus 88/Antiteror pada medio Juni lalu. Foto Suara.com/eka setiawan
Baca 10 detik
  • Tiga serangan bom berdaya ledak rendah terjadi di lingkungan sekolah Indonesia selama kurun waktu November 2025 hingga Juli 2026.
  • Pelaku serangan adalah pelajar setempat yang memiliki latar belakang sebagai korban perundungan, namun tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
  • Paparan paham ekstremisme kini menyasar generasi muda melalui ruang digital dan gim daring yang minim pengawasan interaksi sosial.

Kontributor: Eka Setiawan

Load More