Budi Arista Romadhoni
Kamis, 16 Juli 2026 | 19:13 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian kepada 2 bocah yang diduga tenggelam di Saluran Irigasi Singomerto, Kalibenda, Banjarnegara, Kamis (16/7/2026).  [Dok Tim SAR]
Baca 10 detik
  • Dua bocah bernama M. Fadli dan Zafran dilaporkan hilang saat bermain di saluran irigasi Banjarnegara pada Rabu sore.
  • Tim SAR Gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis setelah dilakukan proses pencarian intensif.
  • Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Banjarnegara untuk pemeriksaan lebih lanjut karena terseret arus sejauh 1,7 hingga 3,5 kilometer.

SuaraJawaTengah.id - Pencarian dua bocah yang hilang di saluran Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, berakhir duka. 

Setelah semalaman dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, M. Fadli Al Fayad (10) dan Zafran (12) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/7/2026).

Korban pertama, M. Fadli Al Fayad, ditemukan sekitar pukul 09.35 WIB. Sementara Zafran baru berhasil ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga tenggelam di saluran irigasi.

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, kedua jenazah langsung dievakuasi menuju RSUD Banjarnegara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Keduanya berhasil ditemukan tim SAR gabungan, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya langsung dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk memeriksa penyebab kematiannya," kata Budiono, Kamis (16/7/2026).

Budiono mengungkapkan, derasnya aliran irigasi membuat kedua korban terseret cukup jauh dari lokasi terakhir terlihat. Fadli ditemukan sekitar 1,7 kilometer, sedangkan Zafran ditemukan sejauh 3,5 kilometer dari titik awal diduga tenggelam.

Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR dalam proses pencarian.

Sebelumnya, kedua bocah tersebut dilaporkan hilang pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Seorang saksi, Sahid (40), mengaku masih melihat keduanya bermain di sekitar saluran irigasi di bawah Jembatan Kalibenda sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, sekitar 30 menit kemudian, keduanya sudah tidak terlihat.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Situkung Banjarnegara, Pastikan Hunian Sementara Siap

Pencarian sempat terkendala kondisi air yang keruh dan cukup dalam. Warga bersama Tim SAR melakukan penyisiran serta penyelaman hingga akhirnya kedua korban ditemukan pada hari berikutnya, meski nyawa mereka tidak tertolong.

Kontributor : Eka Setiawan

Load More