- Musim kemarau 2026 menyebabkan krisis air bersih meluas hingga ke sebelas desa di empat kecamatan Kabupaten Banjarnegara.
- BPBD Banjarnegara telah mendistribusikan 1.030.000 liter air bersih kepada 3.725 kepala keluarga untuk mengatasi dampak kekeringan darurat.
- Pemerintah daerah mengimbau desa terdampak segera melapor serta meminta masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih saat ini.
SuaraJawaTengah.id - Krisis air bersih di Kabupaten Banjarnegara terus meluas seiring menguatnya musim kemarau 2026. Jumlah desa yang mengalami kekeringan kini bertambah menjadi 11 desa di empat kecamatan, memaksa pemerintah daerah meningkatkan distribusi bantuan air bersih kepada ribuan warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan wilayah terdampak kini meliputi Desa Somawangi, Jalatunda, dan Kaliwungu di Kecamatan Mandiraja; Desa Merden di Kecamatan Purwanegara; Desa Serang, Wanadri, Gemuruh, dan Kebondalem di Kecamatan Bawang; serta Desa Duren, Kebutuh Duwur, dan Kebutuh Jurang di Kecamatan Pagedongan.
"Hingga saat ini tercatat sebanyak 11 desa di empat kecamatan yang terdampak kekeringan," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Bertambahnya wilayah terdampak membuat distribusi air bersih dilakukan secara bergiliran. Pada Rabu (15/7), misalnya, BPBD menyalurkan 14 tangki air ke Desa Jalatunda, Kebondalem, Wanadri, dan Merden.
Penyaluran bantuan tersebut didukung tiga armada tangki milik BPBD Banjarnegara serta satu armada milik PMI Banjarnegara.
Sejak awal penanganan musim kemarau hingga 15 Juli 2026, BPBD telah menyalurkan 1.030.000 liter air bersih kepada 3.725 kepala keluarga atau sekitar 11.720 jiwa melalui 206 kali pengiriman.
Aji memastikan pasokan air bersih untuk bantuan darurat masih mencukupi. Meski demikian, pemerintah desa diminta segera melaporkan apabila mulai mengalami krisis air agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat.
"Kami mengimbau pemerintah desa yang mulai terdampak untuk segera mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD," katanya.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta mulai menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau mengingat potensi kekeringan masih dapat meluas apabila curah hujan belum kembali turun dalam waktu dekat.
Baca Juga: Gubernur Luthfi: 424 Warga Korban Bencana Longsor Banjarnegara Bakal Direlokasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya