- Korban mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa berinisial CAR melalui utas di platform X, sehingga memicu perhatian publik.
- Korban mengklaim mengalami trauma berat hingga tidak mengikuti perkuliahan selama satu semester serta merasa mendapat intimidasi dan penyebaran informasi yang merugikan dirinya.
- Pihak Undip menyatakan laporan telah diterima dan sedang diverifikasi oleh Satgas PPK dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, objektivitas, dan perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Menanggapi viralnya kasus tersebut, Universitas Diponegoro memastikan laporan korban telah diterima dan kini sedang diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Dikutip dari media patner Suara.com, Ayo Semarang, Direktur Jejaring Media Undip, Nurul Hasfi, mengatakan penanganan dilakukan oleh Satgas PPK dengan mengedepankan prinsip objektivitas, kehati-hatian, dan perlindungan terhadap seluruh pihak.
"Untuk kasus ini memang korban sudah melapor. Saat ini proses di Satgas PPK dan dalam proses verifikasi melalui mekanisme yang berlaku dan objektif, mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap pihak-pihak terkait. Yang pasti Undip tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual," ujar Nurul Hasfi saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).
Ia mengatakan hingga kini belum terdapat laporan lain yang berkaitan dengan dugaan kasus tersebut. Kampus juga belum dapat menyampaikan informasi lebih jauh karena proses verifikasi masih berlangsung.
"Belum ada informasi lain karena harus hati-hati juga sebagaimana saya sampaikan di atas. Saya juga belum bisa memberikan konfirmasi apakah sama-sama mahasiswi karena masih proses diverifikasi," pungkasnya.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik mengenai pentingnya mekanisme penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memastikan setiap laporan ditangani secara cepat, objektif, dan memberikan perlindungan bagi korban tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dilaporkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Undip Viral, Korban Mengaku Trauma hingga Tinggalkan Kuliah
-
BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu
-
Tragis! Dua Bocah yang Hilang di Irigasi Singomerto Ditemukan Tewas, Terseret hingga 3,5 Km
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan
-
Hadir Hingga Pelosok Negeri, Mantri BRI Bantu Wujudkan Harapan dan Kemandirian Keluarga